Sulkaf Latief (Foto: makassar.terkini.id)

Jika Menjabat Pj Wali Kota Makassar, Sulkaf Latief Akan ‘Straining’ Untuk Makassar

Posted on

BERITAKU.ID, MAKASSAR – Optimisme adalah rasa percaya yang menuju ke arah pencapaian prestasi. Tidak ada yang dapat dilakukan tanpa harapan dan keyakinan, Jumat (20/4/2019).

Sulkaf Latief menyampaikan, bahwa Penjabat Wali Kota Makassar menjabat selama 20 bulan, harus berpikir dan bekerja keras.

“Banyak yang ingin kita lakukan, banyak yang ingin kita pikirkan terhadap kota ini. Kalau saya dipercaya selama 20 bulan, maka itulah perlu straining (berusaha keras) selama 20 bulan menjabat, yang dipercaya Pemprov maka dia harus bisa menerjemahkan apa-apa yang diperlukan,” kata Sulkaf membuka pidatonya dengan semangat.

Semua persoalan di Kota Makassar tidak bisa diselesaikan dalam waktu 20 bulan. Perlu dukungan masyarakat untuk mewujudkan hal tersebut. Selain itu, langkah yang akan dilakukannya adalah harus bisa menggerakan aparatur sipil negara (ASN) di Kota Makassar, bisa menerima kehadiran seorang PJ, sehingga bisa bekerja sama dan bersinergi.

“Bagaimana mereka bisa menerima saya. Seperti apa yang dikatakan oleh Pak Gubernur fokus-fokus biar kecil, tetapi nyata. Itu yang akan saya lalukan,” sebutnya.

Selanjutnya, Sulkaf memetakan keunggulan kota Makassar, diantaranya sebagai pintu gerbang KTI dalam perdagangan internasional, industri berbasis logistik, ekonomi berbasis maritim dan pariwisata.

“Ekonomi Sulsel berbasis maritim dan pariwisata. Kalau itu kita pegang, maka saya akan melihat strategi titik tekannya pada pembangunannya pada manusia dan masyarakatnya,” ujarnya.

Untuk itu perlu didukung hadirnya aparatur yang memiliki integritas, tanggung jawab, amanah dan memiliki kepuasan terhadap organisasinya. ASN juga harus cepat, mudah melayani, ramah dan inovatif serta memberikan pelayanan prima.

“Kuncinya hadirnya pemerintahan, selalu hadir melayani masyarakatnya, jadi jiwa pelayan ini harus ada dan pemerintahan tidak melayani dirinya sendiri,” sebutnya.

Sulkaf mengidentifikasi persoalan yang harus diselesaikan, terutama masalah kebersihan, drainase dan kemacetan.

“Kita harus bisa menjaga keberlangsungan pemerintahan secara kondusif, selalu kita bilang Makassar pada kurva dan posisi yang baik. Maka, kita harus berkelanjutan dan kemajuan. Artinya, aga to na guna-guna mu engka kuro na degaga mua, dikirim ko Pemprov (apalah gunanya anda sebagai seorang Penjabat jika tidak ada hasilnya, anda telah diutus Pemprov). Harus punya langkah ke depan,” ucapnya.(*)

Editor: Sy

Bagikan Ke