Asal Usul Kuliah 7 Menit: Contoh Naskah Mukadimah & Kultum

Diposting pada

Manusia perlu di ingatkan agar tidak terlena dengan fananya dunia. Salah satunya melalui Kuliah 7 Menit atau kultum. Kultum memiliki asal usul yang cukup menarik dan dilatarbelakangi oleh perkembangan peradaban masyarakat. Kami sajikan pula contoh naskah mukadimah dan kultum yang memukau.

Beritaku.id, Organisasi Dan Komunikasi – Terkadang manusia sering kali terhasut oleh kefanaan dunia. Sebagian pikiran mereka seperti tertutup oleh gelapnya kenikmatan semata. Kemudian mererka tak menyadari bahwa apa yang mereka miliki tidak akan selamanya abadi. Sehingga mereka terlarut dalam kesenangan akan duniawi dan melupakan ketakutan akan adanya hari akhir.

Oleh: Riska Putri (Penulis Organisasi Dan Komunikasi)

Dalam kehidupan, manusia memiliki hak untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Salah satunya adalah kepercayaan yang ia anut. Sehingga seseorang di bebaskan untuk mempercayai apapun keyakinannya. Namun tidak jarang, banyak orang yang merasa kebingungan dengan keyakinannya.

Banyak orang mencari arti kata kehidupan. Mereka seakan mencari tahu bagaimana mereka dapat lahir, dapat hidup, dapat memiliki perasaan, dan juga bagaimana dunia dapat terbentuk. Mereka mengolah segala informasi yang dapat memberi pemahaman atas apa yang mereka cari.

Informasi Seputar Ajaran Agama

Informasi dapat di olah dari siapa saja dan kapan saja. Tapi tidak sedikit orang yang salah mengartikan dan juga memberi pemahaman  mengenai sebuah informasi. Hal ini dapat berakibat fatal bagi suatu pemahaman. Penyebaran informasi yang salah dapat menimbulkan kesalahpahaman yang berujung konflik. Terutama informasi mengenai suatu agama.

Informasi mengenai agama harus benar juga jelas. Informasi tersebut dapat menjadi pedoman dan petunjuk manusia untuk dapat berada di jalan yang lurus. Banyak ahli agama menyampaikan informasi dengan penyebaran yang luas. Namun ajaran-ajaran agama yang diberikan tidak akan mungkin langsung di sampaikan dalam waktu yang sama.

Ajaran-ajaran agama sangatlah banyak. Ajaran tersebut tertulis dalam kitab suci suatu agama masing-masing. Selanjutnya dalam islam, ajaran tersebut terdapat dalam kitab suci al-qur’an. Namun, karena manusia memiliki pola piker yang luas, masih banyak orang yang mempertanyakan maksud dari sebuah ajaran tersebut.

Oleh karena itu, para ahli agama mulai menyebarluaskan informasi ke berbagai daerah dengan cara yang seefektif mungkin. Salah satunya adalah Kuliah 7 Menit atau kultum. Sudahkah Anda tahu apa itu kultum?

Kuliah 7 Menit

Kuliah 7 menit atau biasa di sebut dengan kultum, merupakan penyampaian ajaran-ajaran keagamaan yang memiliki batasan waktu secara lisan. Karena adanya batasan waktu tersebut maka isi pesan yang disampaikan lebih padat, ringkas, dan jelas.

Isi pesan yang disampaikan berisikan peringatan dan juga ajakan yang diperuntukkan untuk manusia untuk tetap berada di jalan yang lurus dan tidak menyesatkan. Penyampaian pesan tersebut bukan oleh sembarangan orang, melainkan seseorang yang mengerti dan memahami dengan betul tentang agama.

Penyampaian kuliah 7 menit ini dilakukan oleh seorang ahli agama. Seseorang yang memiliki ilmu lebih banyak mengenai agama dan menyampaikan informasi yang benar. Sehingga tidak semua orang dapat menjadi pembicara di sebuah kultum. Hal ini terjadi dengan tujuan untuk menghindari adanya penyebaran informasi yang salah dan juga kemungkinan penyalahgunaan oleh sebagian orang yang tidak bertanggung jawab. Informasi seorang ahli agama di peroleh dari ajaran-ajaran kitab suci yang sudah tervalidasi dan juga terbukti kebenarannya.

Baca Juga Beritaku: Kata Pembuka Kultum: Definisi, Perbedaan dan 5 Contoh Variatif

Asal Usul Kuliah 7 Menit

Kuliah 7 Menit
Ilustrasi Kegiatan Kultum

Pada masa kini, banyak orang yang sibuk dengan kehidupannya masing-masing. Mereka seakan terlena duniawi dan melupakan hari akhir kelak. Sebagian orang terus mengejar kenikmatan semata, mereka mengira bahwa apa yang di milikinya dapat abadi selamanya.

Tidak sedikit orang yang meninggalkan kewajiban mereka, seperti beribadah. Banyaknya akulturasi yang terjadi di dunia, membuat persepsi dan pikiran mereka menjauh dari ajaran agama. Jika dibiarkan Tindakan mereka dan pola pikirnya akan semakin sesat dan gelap.

Karena itulah, para ahli agama mencoba untuk membantu mereka menemukan jalan yang benar dan lurus. Dari dakwah-dakwah yang di sampaikan, mereka menyadari bahwa pokok-pokok ajaran yang penting dalam agama Islam tidak memungkinkan di sampaikan dalam satu waktu.

Maka, mereka mulai memberi dakwah dalam jangka waktu yang relatif singkat agar penyampaian pesan lebih efektif. Para pendengar tidak akan merasa bosan dan lebih memahami isi pesan karena lebih cepat dan jelas membahas inti dari pesan tersebut. Sehingga penyampaiannya tidak bertele-tele dan terlalu banyak basa-basi. Mereka beranggapan bahwa waktu 7 menit adalah waktu yang sempurna.

Akhirnya, gaya berdakwah pun berkembang menjadi lebih padat dan disampaikan dalam waktu terbatas. Dalam islam, kultum tersebut biasanya ada pada acara-acara hari besar islam dan bulan Ramadhan. Pada bulan Ramadhan, setelah sholat shubuh biasanya kultum disampaikan oleh pada ustads kepada makmumnya setelah solat berjamaah.

Contoh Naskah Mukadimah

Istilah Mukadimah adalah bagian pendahuluan suatu penyampaian pesan berbentuk lisan maupun tulisan. Mukadimah ini menjadi pembuka suatu pesan tersebut berlangsung. Mukadimah ini bertujuan untuk sebagai awal dari isi pesan yang akan di sampaikan. Salah satu penyampaian pesan yang menggunakan mukadimah adalah kultum. Contoh naskah mukadimah kultum dalam islam adalah:

Innal hamdalillah, nahmaduhu wanasta’inuhuu wanastaghfiruhu,, wa na’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa, may-yahdihil laahu falaa mudhillalah, wa-may yudhlil falaa haadiyalah, Asyhadu an-laa ilaa-ha illallaah, wahdahula syariikalah, wa-asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuluh.

Yā ayyuhan-nāsuttaqụ rabbakumullażī khalaqakum min nafsiw wāḥidatiw wa khalaqa min-hā zaujahā wa baṡṡa min-humā rijālang kaṡīraw wa nisā`ā, wattaqullāhallażī tasā`alụna bihī wal-ar-ḥām, innallāha kāna ‘alaikum raqībā

Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wa qụlụ qaulan sadīdā

Yuṣliḥ lakum a’mālakum wa yagfir lakum żunụbakum, wa may yuṭi’illāha wa rasụlahụ fa qad fāza fauzan ‘aẓīmā,

Amma ba’du.

Arti Mukadimah:

“Segala puji bagi Allah, kita memuliakan dan mengharapkan pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan dan keburukan amal yang telah kita perbuat. Barang siapa memperoleh petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya”

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan wujudmu seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.

Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.”

Baca Juga Beritaku: Penutup Ceramah, Pidato Dan Kultum Yang Menawan

Contoh Naskah MC Pengajian Menarik

Kuliah 7 Menit
Kultum

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillahilladzi allamal quran holakol insanu allamahul bayan al qoil inna anzalnahufi lailatimmubarokatin innakunna mundirin

Waasalatuwassalamualahusrahullahu bil wahyi waanzala alaihi hairuhu wakutubihi sayyidina wahabibina wassafiini muhammad SAW al qoil idza ahabbahatukum ayyuhaddisa rabbahu fal yakrohul Quran waala alihilquro waashabihil qirom amma ba’du.

Yang saya hormati para ustadz dan ustadzah, para kiai yang mulia, para alim ulama, dan semua hadirin sekalian yang telah bergabung pada acara pengajian hari ini.

Pertama-tama, mari kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Karena atas kuasanyalah kita semua dapat berkumpul dengan keadaan yang baik dan hati yang bahagia.

Shalawat dan salam tidak lupa kita curahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Karena berkat beliaulah kita semua dapat memahami ajaran agama Islam yang membawa kita semua menuju jalan yang lurus. Semoga shalawat yang kita berikan dapat mendapatan syafaat dari beliau di hari kiamat kelak.

Hadirin yang dipenuhi rahmat Allah, pada kesempatakan kali ini Saya selaku MC akan menyampaikan susunan acara pada hari ini. Diantanya sebagai berikut:

  1. Pembukaan
  2. Lantunan kalam Ilahi
  3. Sambutan
  4. Mauidhoh hasanah
  5. Penutup / do’a
Pembukaan:

Demikianlah susunan acara yang akan berlangsung pada pengajian hari ini. Agar mempersingkat waktu pelaksanaan lebih efektif, dimohon kepada hadirin untuk mendengarkan pembicara ketika acara ini berlangsung. Silahkan duduk dengan nyaman agar agar raga menjadi tenang ketika pengajian berlangsung. 

Marilah kita buka acara dengan membaca ayat suci al-quran, alahadiniyah walakulliniatin sholihah al fatihah. Terima kasih untuk pengucapat ayat suci tersebut, semoga acara pengajian kali ini berjalan lancer dan di beri rahmat oleh Allah.

Lantunan Kalam Ilahi:

Acara selanjutnya adalah pembacaan ayat suci Al-quran yang akan disampaikan oleh …, kepadanya waktu dan tempat kami persilahkan.

Terima kasih atas penyampaiannya, semoga Allah melimpahkan pahala dan rahmat kepada kita semua dan kepada qari’ yang telah membaca ayat suci al-quran.

Sambutan:

Selanjutnya sambutan dari … selaku … yang akan menyampaikan sedikit pepatah untuk mempelancar dan mengizinkan acara pengajian ini berlangsung. Kepada beliau waktu dan tempat kami persilahkan.

Alhamdulillah acara sambutan telah disampaikan, semoga dengan apa yang disampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua. Amiin Ya Allah Ya Rabbal Allamiin.

Mauidhoh hasanah:

Maka sampailah pada inti acara pengajian kali ini, yaitu mauidhatul hasanah. Mauidhatul hasanah ini akan disampaikan oleh yang terhormat …, beliau merupakan seorang …, yang berasal dari …. Kepadanya kami persilahkan untuk dapat menyampaikan ajaran-ajaran yang mulia dan akan berguna bagi kita kelak.

Alhamdulillah, penyampaian mauidhatul hasanah telah di sampaikan, terima kasih kepada … yang telah memberikan ilmu yang luar biasa. Semoga ilmu tersebut dapat menuntun kami dengan petuah dan nasihat yang di berikan, ke jalan yang benar. Ilmu tersebut dapat membantu kita untuk menjauhkan diri dari segala larangan Allah dan memperoleh berkah dari-Nya. Amiin Ya Allah Ya Rabbal Allamiin.

Penutup / Do’a:

Maka kini kita berada di penghujung acara. Tidak terasa bahwa susunan acara telah kita terlewati bersama. Sebagai penutup acara ini, maka kita dengarkan penutupan dan pembacaan do’a yang akan di sampaikan oleh  ….

Terima kasih kepada … yang telah menutup acara ini dengan do’a yang mulia. Izinkan kami selaku MC untuk menyampaikan permintaan maaf kepada hadirin sekalian, jika terdapat kata-kata atau sikap kami yang kurang berkenan di hati para hadiran secara sengaja maupun tidak sengaja. Kesalahan yang kami sampaikan adalah kesalahan pribadi, dan kesempuranaan hanyalah miliki Allah SWT. Akhirul kalam Wabillahi Taufik Wal Hidayyah, Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Baca Juga Beritaku: Pidato Khotbah dan Ceramah: Perbedaan 3 Jenis Dakwah Dan Contoh

Daftar Pustaka

  1. Luluk. 2020. Kata Pembuka Kultum: Definisi, Perbedaan dan 5 Contoh Variatif. https://beritaku.id/
  2.  Wisma Bahasa. 2010. KULTUM. https://www.bing.com
  3. Prasetyo Agus. 2017. Contoh Naskah MC Acara Pengajian Rutin Bahasa Indonesia. https://www.ndrangsan.com/2017/02/Contoh-Naskah-MC-Acara-Pengajian-Rutin-Bahasa-Indonesia.html
  4. Pena Ungu. 2020. Mukadimah Ceramah Lengkap Disertai Tulisan Arab, Latin dan Artinya. https://penaungu.com/mukadimah-ceramah/
Bagikan Ke