Kegiatan Pidato Khotbah Ceramah
Kegiatan Khutbah, Pidato Maupun Ceramah Sebagai Kegiatan Oratoria (Foto: NU Online)

Pidato Khotbah dan Ceramah: Perbedaan 3 Jenis Dakwah Dan Contoh

Diposting pada

Kehidupan sehari-hari tidak lepas dari pidato, ceramah, maupun khotbah rutin. Umumnya kita menemukan pidato di sekolah dan acara formal, ceramah pada televisi, sedangkan khotbah pada waktu sholat jumat.

Beritaku.id, Organisasi dan Komunikasi – Dalam dunia komunikasi, termasuk komunikasi publik, terdapat beberapa kegiatan publik, seperti pidato, khotbah, ceramah maupun orasi serta kultum dan sebagainya.

Baca juga beritaku:Pembukaan Dakwah, 4 Contoh Sambutan Dan Ceramah (Sabar, Ikhlas, Sedekah, Ilmu)

Meski pada dasarnya kegiatan khutbah, ceramah maupun pidato merupakan kegiatan oratoria, dalam konteks dakwah. Namun dalam pemaknaannya memiliki beberapa penyempitan makna kata.

Oleh Tika Yanti(Penulis Berita Islam)

Pengertian Pidato, Khotbah Dan Ceramah Oleh Pakar

Sebelum menggali lebih lanjut, mari mengenal pengertian masing-masing. Pidato merupakan pembicaraan formal di depan umum. Sifatnya adalah persuasif.

Orang yang melakukan pidato adalah seseorang yang memiliki jabatan dalam suatu organisasi atau memiliki pengaruh.

Harapannya adalah agar pendengar mau mengikuti ajakan dalam pidato.

Khutbah merupakan sebuah pembicaraan untuk umum dengan tujuan membagikan pengetahuan tentang keagamaan.

Orang yang melakukan ceramah adalah seseorang yang sangat memahami ilmu agama seperti ustad, khotib, hingga ulama. Materi khutbah hanya fokus pada seputar keagamaan.

Ceramah merupakan pembicaraan untuk umum atau seseorang. Tujuan dari ceramah adalah membagikan pengetahuan maupun informasi. Kegiatan ini juga dapat berisi nasihat yang baik.

Terlepas hal-hal tersebut adalah bersifat subjektif, ceramah akan meyakinkan pendengar tentang pentingnya permasalahan yang menjadi bahasan dalam ceramah.

Komunikasi Publik Speaking
Kegiatan Publik Speaking: Pidato, Khutbah Dan Ceramah (Foto: Romeltea)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pidato merupakan pengungkapan pikiran. Tujuannya adalah untuk orang banyak. Seseorang yang berpidato akan mengungkapkan pikirannya melalui kata-kata. Arti lainnya adalah sebuah wacana untuk khalayak umum.

Ceramah adalah pembicaraan satu arah. Tidak membutuhkan reaksi berupa respon dari pendengar. Sistematika ceramah adalah pembukaan, isi, kesimpulan dan penutup.

Khutbah secara etimologi merupakan nasihat atau pidato oleh seorang khatib sebelum melaksanakan sholat Jumat.

Adapun syarat-syarat dan rukun khutbah antara lain berupa mau’idzoh atau pembelajaran, tadzkiroh atau peringatan dan penyadaran, dan tausiyah yaitu nasihat.

Dalam khutbah, khatib harus menyelaraskan kontak mata dengan jamaah. Ia juga sebaiknya memiliki suara yang jelas denan postur atau gerak tubuh yang sopan.

Sebisa mungkin materi dalam khutbah tidak menimbulkan kontroversi. Umumnya mengutip beberapa hadist atau ketentuan yang sudah ada dalam kitab khutbah.

Pendapat seorang pakar orasi menyebutkan jika khotbah berasal dari mukhathabah atau khatbu yaitu pidato.

Sedangkan pidato adalah bagian dari orasi. Ceramah juga merupakan bagian dari pidato. Dalam konteks islam, ceramah merupakan tabligh. Artinya adalah menyampaikan. Tidak heran jika penceramah memiliki sebutan Mubaligh.

Persamaan Pidato, Khotbah Dan Ceramah

Baca juga beritaku: Adab Komunikasi Rasulullah, Media Dakwah Penyebaran Agama Islam

Baik pidato, khotbah, dan ceramah memiliki persamaan dan perbedaan.

Persamaan Ketiga Jenis Dakwah

Dalam hal komunikasi publik, ketiga jenis memiliki beberapa persamaan sebagai berikut:

  1. Ketiganya merupakan aktivitas berbicara kepada orang lain dan bersifat dua arah. Ada pembicara dan ada pendengar.
  2. Ketiganya juga memaparkan suatu informasi dengan harapan pendengar dapat memahami dan mengaplikasikannya.
  3. Dalam segi tujuan, ketiganya memiliki tujuan yang sama walaupun memiliki perbedaan konteks.
  4. Memaparkan sudut pandang pembicara kepada orang lain. Pidato, ceramah, dan khutbah memiliki beberapa poin yang membutuhkan perhatian.
    Poin-poin tersebut adalah mengenai intonasi, suara yang jelas, postur dan gestur tubuh, mimik, dan etika. Tidak baik jika pembicara nampak sangat menggebu-gebu atau emosi hingga pembicaraannya menjadi kurang jelas. Dampaknya adalah pendengar menjadi kurang memahami maksud dan tujuan dari pembicaraan tersebut.
  5. Ketiganya dapat merupakan sebuah kegiatan berbicara di depan umum dalam konteks formal. Walaupun demikian, ceramah tidak selalu dalam kegiatan formal. Masing-masing memiliki konteks tersendiri dalam hal ini. Khutbah, ceramah, dan pidato tidak membutuhkan respon dari pendengar, kecuali dalam konteks tertentu.
  6. Waktu untuk menyampaikan ketiganya terbatas. Pidato umumnya hanya berkisar lima hingga tujuh menit. Ceramah memiliki rentang waktu yang lebih lama namun tetap terbatas, contohnya adalah tiga puluh menit. Demikian pula dengan khutbah, tidak lebih dari tujuh menit. Ketiganya memiliki kerangka berupa pembukaan, isi, dan penutup.
  7. Siapakah yang berperan untuk menyampaikan informasi? Pidato, ceramah, maupun khutbah memiliki pakarnya masing-masing.
    Pidato oleh seseorang yang memegang peranan penting dalam suatu tempat, lembaga, maupun organisasi. Khutbah oleh pemuka agama, dan ceramah oleh seseorang yang memiliki kuasa akan sesuatu. Seorang balita ataupun hilang akal tentu tidak dapat melakukan ketiga hal itu.

Hal-hal yang mempengaruhi baik atau tidaknya suatu pidato, khutbah, dan ceramah antara lain:

Isinya yang mengandung kebenaran, memiliki tujuan yang jelas, dan penyampaian dengan baik. Pembicara juga sebaiknya mampu membuat suasana yang kondusif. Intonasi, volume, dan artikulasi harus jelas, dan cara menyampaikannya menarik agar pendengar tidak bosan.

Bentuk Penampilan Publik
Kegiatan Komunikasi Publik Seperti ceramah dan Pidato (Foto: Jasapresentasi)

Perbedaan Ketiga Jenis Dakwah

Setelah menemukan persamaan ketiganya, maka ada juga beberapa perbedaan:

  1. Pidato tidak terikat dengan unsur keagamaan. Isinya murni mengenai informasi, sudut pandang hingga suatu ajakan. Pidato bersifat formal dan dalam acara formal. Ada juga pidato yang bersifat menghibur.
    Sebelum melakukan pidato, pembicara akan menyusun kerangka meliputi pembukaan, isi, dan penutup. Mereka dapat melakukan tanpa naskah. Isinya merupakan hal yang luas sesuai konteks acara. Sedangkan untuk ceramah, umumnya berupa sudut pandang dan nasihat dari pembicara kepada orang lain.
  2. Ceramah dapat menjadi bagian acara formal maupun informal. Seseorang dapat melakukan ceramah tanpa persiapan khusus. Pembicaraan pada ceramah umumnya fokus pada satu kelompok. Berbeda halnya dengan khutbah. Khutbah telah memiliki pengaturan khusus mengenai apa yang harus disampaikan.
  3. Seorang khatib tidak memiliki hak untuk mengubah dalil-dalil yang ada. Untuk itulah, khutbah hanya untuk golongan agama tertentu. Isinya mengenai hal-hal keagamaan. Sangat boleh melakukan khutbah tanpa naskah namun tidak baik membicarakan sesuatu yang mengundang permusuhan.
  4. Tujuan ketiganya berbeda. Pidato merupakan penyampaian gagasan pribadi maupun golongan. Sehingga sifat informasi merupakan hasil pemikiran individu maupun golongan. Berbeda halnya dengan ceramah yang sifatnya memberi nasihat dan hukum-hukum tertentu. Khutbah pun juga memiliki tujuan untuk memperkuat iman.

Baca juga beritaku:Pidato Persuasif: 3 Tipe, Unsur, Tujuan Dan Contoh Singkat

Pendapat lain mengutarakan jika perbedaan ceramah, khutbah, dan pidato ada pada bentuk komunikasinya.

Ceramah terkadang memiliki sesi tanya jawab interaktif sehingga dapat menjadi komunikasi dua arah.

Dari sisi pendengar, khutbah hanya menghadirkan kalangan agama tertentu sedangkan ceramah dan pidato memiliki pendengar dari kalangan umum.

Bagaimana dengan perbedaan tempat dalam penyampaian? Pidato hanya pada forum resmi, ceramah bebas dilakukan dimana pun, sedangkan khotbah hanya boleh di rumah ibadah.

Ceramah dan pidato tidak selalu rutin namun khutbah merupakan acara rutin. Bahkan topik pembicaraannya pun berbeda. Ceramah dengan topik umum dan agama, pidato dengan topil umum, sedangkan khotbah hanya topik keagamaan.

Contoh Pembukaan Khutbah Tentang Sedekah

Khutbah merupakan kutipan dari Kumpulan Naskah Khutbah Jumat dengan penerbit Kementrian Agama.

Mengenai khutbah tentang sedekah, berikut adalah contohnya:

Mengutip dari hadist riwayat Imam Ahmad bin Hanbal. Setiap hari, setiap matahari terbit maka setiap jiwa memiliki kewajiban bersedekah.

Membantu memilih seekor binatang adalah sedekah dan menghiasinya merupakan sedekah.

Bahkan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah. Setiap langkah menuju sholat merupakan sedekah, dan mengucapkan perkataan yang baik juga sedekah.

Shodaqoh atau sedekah menjadi penting dalam kehidupan umat muslim. Keberhasilan seorang manusia sebagai hamba Allah dan sebagai khalifah adalah melalui sedekahnya.

Contoh pembukaan khutbah mengenai sedekah lainnya adalah:

Makna sedekah begitu luas hingga setiap orang mampu melakukannya dalam keadaan apapun.

Bukan hanya mengenai materi namun perbuatan baik juga merupakan sedekah.

Memberi senyum dan mengucapkan perkataan yang menyejukkan hati adalah bagia dari sedekah.

Tidak peduli banyak atau sedikit, poin penting dari sedekah adalah sebuah niat suci.

Itulah pendidikan dari Islam dengan nilai-nilai kebajikannya. Seorang muslim hendaklah tidak menunda-nunda dalam melakukan sedekah.

Contoh ketiga

Saudara muslimin yang saya cintai,

Mencoba menghindari musibah dengan bersedekah bukan berarti pamrih. Niatkan hanya karena Allah.

Lalu lanjutkan dengan melakukan tawasul dengan amal salih. Hal ini sesuai dengan hadits tentang tiga orang yang mengalami kehujanan lalu berteduh di dalam gua.

Ketika itu bibir gua tertutup oleh batu besar dan kemudian masing-masing dari mereka memohon kepada Allah. Mereka menyebut amal shalih masing-masing dan mereka keluar dengan selamat.

Artinya adalah perbuatan-perbuatan baik akan melindungi kita dari berbagai keburukan.

Sedangkan sedekah dengan sembunyi-sembunyi akan menghindari diri kita dari siksaan Allah.

Oleh sebab itu kaum muslimin, mari kita bersedekah. Jangan sampai menunggu wabah datang baru bersedekah.

Contoh Ceramah Islami

Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh

Marilah kita mengucapkan Alhamdulillah karena masih mendapatkan ijin dari Allah untuk berkumpul di tempat ini. Ucapkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi penegak Agama Islam.

Kegiatan Khutbah Menteri Agama
Kegiatan Khutbah Menteri Agama (Fahrul Razi), Foto: Detik

Hadirin dan hadirot, semoga Allah merahmati kita semua

Lapang dada dan tenang merupakan ajaran dari Allah kepada para RasulNya. Tidak lepas dari sifat sabar untuk mencapai kehidupan yang tenang. Sabar memiliki makna menahan diri. Cakupan sabar sangatlah luas.

Baca juga beritaku:Pembukaan MC Menarik, 8 Syarat, Tugas Serta Contoh Susunan Acara

Sabar merupakan cikal bakal yang membuat kita menjadi pribadi sadar diri. Allah telah menyebutkan kata sabar beberapa kali dalam Al-Qur’an. Dalam surat Al Baqarah ayat 153 dan 155, serta ayat 156-157, Allah memberitahukan agar manusia meminta pertolongan pada Allah melalui sholat dan sabar.

Marilah kita meningkatkan tingkatan sabar dalam diri kita. Tujuannya adalah agar mampu berlapang dada dalam menerima cobaan dalam hidup. Dengan demikian hati kita akan menjadi lebih tenang.

Wassalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh.

Ceramah Tentang Pendidikan

Contoh lain dari ceramah islami adalah tentang pendidikan berikut ini:

Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh

Puji syukur karena kita semua masih mendapatkan kesempatan untuk mengemban ilmu dalam majlis ta’lim ini.

Pendidikan merupakan suatu hal penting untuk memberantas kebodohan. Dengan pendidikan yang baik maka kita tidak akan mudah mengikuti sesuatu yang buruk. Pendidikan tentang iman dan Islam tentunya akan membentengi diri kita dari segala hal yang munkar. Allah menyuruh kita untuk berlomba-lomba mendekati yang ma’ruf dan menjauhi yang munkar.

Sayangnya saat ini tidak semua orang mampu mengenyam pendidikan yang layak dan memadai. Itulah sebabnya runtuhnya akidah dan perekonomian dalam suatu negara. Cikal bakal kekacauan suatu negara adalah karena bobroknya sistem pendidikan yang ada.

Itulah pentingnya menyiapkan pendidikan sebaik-baiknya dan setinggi-tingginya. Pendidikan tidak hanya berupa pendidikan formal namun juga non formal. Saat ini pendidikan karakter merupakan hal penting karena banyaknya kerusakan akidah. Marilah kita menggapai pendidikan setinggi-tingginya sesuai hadits menuntut ilmu hingga negeri China.

Demikian ceramah ini saya sampaikan. Jika ada kekurangan maka itu adalah milik saya.

Wassalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh

Demikian artikel mengenai pidato, ceramah, dan khutbah. Semoga dapat memberi manfaat bagi kita semua.

Referensi: Penacilik, Romeltea.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *