Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Himbau Tolak Ajakan People Power
Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Himbau Tolak Ajakan People Power

BERITAKU.ID, BANTAENG – Hari pencoblosan pemilihan Umum (pemilu) 17 April 2019 telah selesai dan berjalan dengan Lancar, Aman, Damai dan sejuk, Rabu (15/5/2019).

Adapun riak- riak kecil, itu biasa terjadi dalam pesta Demokrasi, utamanya saat tahapan pemungutan dan perhitungan suara.

Namum kesemuanya itu dapat terselesaikan dengan baik dengan Upaya lembaga penyelenggara pemilu yakni KPU dan Bawaslu dengan mencocokkannya data saksi saksi dari berbagai tahapan perhitungan dan perekapan.

Saat ini masyarakat berkosentrasi menunggu penetapan KPU hasil resmi dari perhitungan real count yang diikuti oleh Saksi Saksi Utamanya dari pasangan calon presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Pada pengumuman hasil resmi KPU yang rencananya akan dilaksanakan pada 22 Mei 2019 mendatang, muncul issue yang membuat sebagian besar masyarakat Indonesia khawatir.

Mulai dari issue memboikot hasil pemilu Sampai dengan issue pengerahan massa yang saat ini viral dimedia sosial dengan istilah people power.

Hal ini membuat beberapa tokoh masyarakat dan tokoh Agama di Indonesia angkat bicara, yang menurutnya bisa berpotensi untuk membuat terjadinya perpecahan pada masyarakat luas.

Terkhusus di Kabupaten Bantaeng, tokoh Agama setempat Da’i Muhammad Jusuf S.Pd.i, M.si. mengutarakan harapannya agar masyarakat tidak terprovokasi dan tidak terjerumus Pada ajakan tersebut yang akan menggangu kedamaian masyarakat Hal ini diungkapkan usai ceramah.

” Saya memberi Apresiasi Penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Bantaeng yang berjalan Aman, Damai, Jujur, Adil dan Demokratis,” kata Da’i Muhammad Jusuf.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang melanggar Hukum, dan menolak Ajakan People Power, dan menolak yang akan memboikot hasil pemilu karena melanggar konstitusi,” tegasnya.

“Mari kita bersatu karena kedamaian yang utama dari segala galanya,” harap Da’i Muhammad Jusuf.(*)

 

Editor: Sy

Tinggalkan Balasan