Daftar Kitab Allah
Daftar Kitab Suci Allah

Daftar Kitab Allah dan Rasul Penerima

Diposting pada

Selama manusia hidup di dunia, telah Allah turunkan daftar kitab yang di gunakan untuk menjadi petunjuk kehidupan manusia. Allah menurunkan kitab tersebut melalui perantara Rasul Nya untuk di sampaikan pada umat manusia. Apa saja nama daftar kitab Allah yang turun?

Beritaku.id, Berita Islami – Wahyu turun begitu hebat, begitu berat. Bahkan, gunung dan alam enggan menyanggupi menjadi perantara wahyu turun pada alam semesta. Di tengah drama yang agung tersebut, muncul manusia yang berkata sanggup untuk menampung wahyu. Dialah sang Khalifah fil Ard.

Oleh: Ulfiana (Penulis Berita Islami)

Ketika manusia semakin berada dalam kesesatan, mereka kesulitan untuk menemukan akidah yang lurus kembali. Mereka terombang-ambing dalam kegelapan dan semakin jauh dengan ajaran Allah.

Di tengah kekalutan manusia, Allah kemudian menurunkan kitab-kitab Nya melalui manusia-manusia pilihan.

Manusia itu yang akan mengingatkan mereka untuk kembali pada fitrah. Kembali dari kesesatan untuk menapaki jalan yang lurus kembali, yaitu menuju Allah.

Di dalam ajaran islam sendiri, beriman kepada kitab Allah merupakan salah satu bentuk ketaatan pada rukun iman. Iman kepada kitab Allah merupakan rukun iman ketiga. Yaitu, setelah iman kepada Allah, dan iman kepada malaikat.

Itu sebabnya, beriman kepada kitab Allah merupakan salah satu dasar penting dalam beragama islam.

Terdapat beberapa kitab yang Allah pernah turunkan di dunia. Berikut ini merupakan penjelasan tentang daftar nama kitab Allah serta Rasul yang membawanya.

Daftar Nama Kitab Allah

Dalam perjalanan manusia di bumi, Allah telah menurukan daftar kitab Nya sebanyak 4 kali. Tentu waktu 4 kali ini di sesuaikan dengan zaman untuk memperbaiki akhlaq dari kondisi sosial di zaman itu.

Apa saja daftar nama kitab Allah tersebut?

Berikut ini jawabannya.

  • Pertama, kitab Zabur.
  • Kedua, Taurat.
  • Ketiga, Injil.
  • Dan keempat, Al Quran.

Inti dari isi keempat kitab ini sama, yaitu mengajak umat manusia untuk hanya menyembah pada Allah. Serta, melaksanakan perintah ajaran tauhid hanya kepada Nya.

Menurut sumber, terdapat beberapa ajaran inti dari penurunan kitab Allah. Ajaran tersebut yaitu berupa perintah, larangan, nasihat, petunjuk untuk kehidupan, serta bagaimana cara untuk beribadah pada Allah.

Jumlah Ayat Setiap Kitab Allah

Berikut ini adalah jumlah ayat dari setiap kitab Allah.

Dalam kitab Taurat, menurut sumber, jumlah katanya adalah mendekati 79.847. Sedangkan jumlah ayatnya tidak di sebutkan. Isi pokok dari kitab taurat adalah terdiri dari 10 perintah Allah untuk bani israil.

Ada yang mengatakan bahwa kitab taurat sama dengan perjanjian lama. Sehingga jumlahnya sebanyak 23.214 ayat.

Kitab zabur menurut asal artinya adalah kitab yang tertulis. Dalam bahasa arab,  di sebut dengan mazmur serta jamaknya mazamir.

Artinya kitab zabur ini berarti kumpulan dari mazmur. Yaitu, lantunan syair nyanyian rohani yang di kultuskan atau di anggap suci.

Sehingga, kitab zabur ini penghitungannya berisi 150 mazmur atau nyanyian.

Pada kitab injil terdapat 23214 ayat pada perjanjian lama. Kemudian, terdapat 7957 ayat pada perjanjian baru. Sehingga terdapat 31171 ayat pada kitab injil

Namun, mengenai ketiga kitab ini masih belum bisa di ketahui kebenaran sesungguhnya. Sebab, terdapat kabar bahwa, adanya perubahan yang di lakukan manusia pada kitab-kitab tersebut. Sehingga, tentang jumlahpastinya wallahu’alam bis shawaf. Hanya Allah yang mengetahui kebenarannya.

Al Quran memiliki jumlah ayat sebanyak 6236 ayat. Sedangkan untuk juz nya sendiri terdiri dari 30 juz dan 114 surat.

Daftar Nama Rasul Penerima Kitab dan nama Kaumnya

Kemudian, siapa saja nama rasul yang menerima kitab yang Allah turunan? Serta, kepada siapa kaum yang menerima kitab tersebut?

Berikut penjelasannya.

Kitab Zabur

Kitab Zabur
Kitab Zabur Untuk Nabi Daud, Kaum Yahudi/Bani Israil

Pertama, zabur.

Allah menurunkan kitab zabur kepada Nabi Daud As. Ketika itu nabi Daud di utus untuk mendakwahkan ajaran tauhid pada kaumnya yaitu Bani Israil.

Menurut sumber, kitab zabur turun pada abad 10 SM. Tepatnya, di kota Yerussalem, palestina.

Kitab zabur menggunakan bahasa asli qibti. Isinya adalah doa, zikir, hikmah dan juga nasihat.

Di dalamnya juga masih belum ada hukum syariat.

Kitab Allah Taurat

Kitab taurar

Kedua, Taurat.

Allah menurunkan kitab Taurat kepada nabi Musa As.

Penurunannya yaitu sekitar abad 12 SM. Ketika itu nabi Musa Allah utus untuk berdakwah pada kaumnya yaitu Bani Israil. Bahasa yang terdapat dalam kitab tersebut adalah bahasa ibrani.

Ketika penurunan kitab taurat ini, telah muncul hukum syariat yang di kenakan bagi bani israil.

Kitab Injil

Kitab Injil

Ketiga, injil.

Kitab injil Allah turunkan pada nabi Isa As. Proses penurunannya yaitu sekitar abad 1 M. Tempat penurunannya adalah di Yerussalem, Palestina. Bahasa yang di gunakan merupakan bahasa suryani. Kaum yang menerima kitab injil adalah kaum bani israil.

Kemudian, ajaran dari kitab injil adalah ajakan perintah untuk menyembah Allah swt. Juga, adanya penghapusan sebagian hukum yang ada pada kitab taurat. Hal itu karena, hukum yang di hapus tersebut telah tidak sesuai dengan zaman tersebut.

Kitab Allah Al Quran

Daftar Kitab Allah Tulisan Alquran Kuno
Al Quran Kuno di Aceh

Keempat, Al Quran.

Allah menurunkan Al quran pada Rasul yang terakhir yaitu nabi Muhammad SAW. Al Quran turun pada abad ke 7 M atau sekitar tahun 611 hingga 632 M.

Kitab Al quran turun untuk umat manusia hingga hari kiamat tiba. Artinya, kaum yang menerima penurunan Al Quran adalah semua umat manusia.

Isi dari Al quran yaitu ajakan untuk mengesakan Allah. Juga, terdapat hukum syariat yang di bebankan pada manusia. Kemudian, di dalam kitab ini juga adanya penghapusan beberapa ajaran dari kitab taurat, zabur serta injil karena tak lagi relevan dengan zaman.

Itu sebabnya, Al quran di sebut sebagai kitab yang menyempurnakan kitab sebelumnya serta pembenar kitab lainnya. Artinya, al quran merupakan kitab terakhir yang Allah turunan dari langit.

Rasul Penerima Kitab dan Rentang Waktu Dakwahnya.

Tentu kita bertanya, dari keempat rasul yang menerima kitab, siapa yang memiliki rentang waktu dakwah terlama dan terpendek?

Berikut penjelasannya.

Dari beberapa sumber menyebutkan bahwa terdapat sedikit perbedaan tentang rentang waktu hidup dari para Rasul Allah. Hingga akhirnya, menyebabkan munculnya beberapa perbedaan versi tentang masa dakwah mereka.

Beberapa sumber mengatakan bahwa nabi daud hidup selama 100 tahun. Nabi daud kemudian di angkat menjadi rasul saat usianya mencapai 40 tahun. Artinya jika di kurangi dengan masa hidupnya nabi daud memiliki waktu 60 tahun untuk berdakwah.

Nabi Muhammad Allah angkat menjadi Rasul saat usianya 40 tahun. Kemudian beliau wafat ketika usianya 63 tahun. Artinya, nabi Muhammad SAW berdakwah selama di dunia selama 23 tahun semasa hidupnya.

Rasul Penerima Kitab Dengan Jadwal Dakwah Terlama

Nabi Musa, Allah angkat menjadi Rasul saat usianya mendekati umur 40 tahun. Sedangkan wafatnya adalah saat umur 120 tahun. Artinya, jika di kurangi wafatnya, nabi musa berdakwah hampir selama 80 tahun lamanya.

Baca juga Beritaku: Nabi Untuk Kaum Ad

Nabi penerima Kitab Dengan Jadwal Dakwah Tersingkat

Menurut beberapa sumber dan ahli tafsir, Allah mengangkat nabi Isa menjadi Rasul saat usianya mendekati 30 tahun. Sedangkan Allah mengangkatnya ke langit saat usianya 33 tahun.

Artinya, secara resmi nabi Isa berdakwah selama di dunia selama 3 tahun, sebelum akhirnya di angkat ke langit.

Namun, sejak kelahirannya, Allah telah memberi nabi Isa mukzizat yang dimana mukzizat itu menjadi sarana dakwah untuk kaumnya.

Kenapa Rasulullah Muhammad, Memiliki Keutamaan Dari Nabi Terdahulu

Sering kita mendengar bahwa Rasulullah SAW Allah turunkan ke dunia untuk menjadi Rasul penyempurna akhlaq dari seluruh umat manusia. Nabi Muhammad sebagai rasul terakhir adalah penutup dari apa yang Allah turunkan di dunia.

Artinya, Allah telah membuat Nabi Muhammad cukup untuk di jadikan panutan bagi manusia selanjutnya.

Keutamaan nabi muhammad SAW dari nabi terdahulu salah satunya adalah risalah yang nabi Muhammad bawa adalah universal.

Artinya tidak terbatas pada kelompok masyarakat tertentu saja. Tentu hal ini sedikit berbeda pada nabi terdahulu yang khusus di utus untuk kaumnya. Sedangkan nabi Muhammad, di utus untuk alam semesta, karena setelahnya tak ada pengangkatan rasul lagi.

Hal itu tercantum pada firman Allah di surat saba’ ayat 28, yaitu:

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا كَاۤفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ

Artinya:

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Hadist Tentang Keistimewaan Rasulullah

Hal itu juga di perkuat dengan salah satu hadis nabi yang di riwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Bunyi hadis tersebut mengatakan bahwa nabi Muhammad SAW di beri 5 keistimewaan yang Allah tidak memberikannya pada nabi sebelumnya.

Pertama, Nabi Muhammad di beri pertolongan dengan rasa takut yang di tanamkan pada musuh dalam rentang waktu sebeluan sebelum berperang.

Kedua, Allah menjadikan bumi sebagai masjid dan suci untuknya. Siapa saja yang menemui waktu shalat, maka ia bisa menjalankan shalat dimana saja di bumi Allah.

Ketiga, harta pampasan perang atau ghanimah, Allah halalkan untuk Rasulullah. Sebelumnya, ghanimah tidak pernah di halalkan untuk seorangpun nabi sebelum beliau.

Keempat, Allah memberikan syafaat pada nabi Muhammad SAW.

Kelima, biasanya seorang nabi Allah utus terbatas hanya untuk kaumnya. Sedangkan Rasulullah, Allah utus untuk seluruh umat manusia.

Bahkan, kabar tentang datangnya utusan terakhir yaitu Nabi Muhammad telah di kabarkan oleh para rasul sebelumnya pada umatnya.

Rasulullah SAW juga mendapatkan risalah sebagai rahmatalill’alamin, yaitu rahmat untuk alam semesta. Tak hanya manusia, melainkan makhluk Allah yang lain.

Itulah yang mengistimewakan rasulullah SAW di bandingkan dengan para rasul sebelumnya. Tentu seperti yang kita ketahui, dalam kisah cerita pun penulis skenario akan menyuguhkan lakon yang paling hebat di akhir cerita.

Mungkin jika bisa kita ibaratkan, begitulah tugas nabi Muhammad di dunia, menjadi penutup cerita para Rasul dan kehebatannya.

Epilog

Akhirnya, demikianlah sedikit penjelasan tentang kitab-kitab Allah yang pernah turun. Darisini kita bisa mengetahui tentang rasul yang menerima kitab tersebut dan yang menyampaikan pada manusia.

Tentu tugas kita sebagai umat muslim adalah untuk mengimani keberadaan kitab tersebut. Serta, meyakini bahwa Al Quran merupakan kitab yang menyempurnakan kitab sebelumnya.

Sampai jumpa di pembahasan selanjutnya!

Sumber:

Tito.id, republika.co., wikipedia/taurat, nu.or.id, lintasberita,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *