Memaki Anggota DPRD
Memaki Anggota DPRD Sulsel, Kejadian Di Perbatasan Bantaeng dan Bulukumba Oleh Petugas Gugus Tugas Covid-19

Memaki Anggota DPRD Sulsel Di Pos Gugus Tugas Covid-19

Diposting pada

Memaki Anggota DPRD Sulsel Andi Edy Manaf di Perbatasan Bulukumba Bantaeng

Beritaku.Id, Sosial – Mau baku pukul. T*l*s*, suara salah seorang petugas gugus tugas Covid-19 di Kabupaten Bantaeng, yang berbatasan dengan Kabupaten Bulukumba.

Video berdurasi 1 menit 13 detik tersebut tersebar di media sosial. Seperti sebuah film dengan suara tawuran pelajar.

Kau menantang? itu pernyataan yang keluar dari salah seorang petugas tersebut. Mungkin mereka tidak mengetahui sama sekali bahwa lelaki yang bercelana pendek tersebut seorang anggota DPRD Sulsel.

Dapil 5 Bulukumba – Sinjai, dari Partai Amanat Nasional (PAN), Andi Edy Manaf.

Memaki Anggota DPRD Sulsel, Aku Bertugas Disini

Arogansi, mungkin begitu kiasan bahasanya, suara melengking. Senar gitar kalah dengan itu.

Aku bertugas disini, seenaknya saja menelpon. Begitu suara wanita dibalik sound system.

Sebenarnya apa yang sedang terjadi siang itu? Mobil DD 18 EM. Andi Edy Manaf duduk didepan.

Seperti bukan seorang anggota DPRD. Kebiasaan duduk didepan saat sidang di DPRD. Terbawa hingga selalu duduk di kursi depan. Dimobil yang dikemudikan sopirnya.

Ketegangan terjadi karena Andy Edy Manaf bertanya, kamu ngomong apa?

Karena wanita tersebut. Berteriak menggunakan sound system. Suara besar pakai pengeras suara. melengking kan?

Petugas yang memakai seragam TNI dan Polri melerai, menenangkan keadaan.

Ada suara seorang lelaki memakai baju merah. Layaknya seorang pemain karate. Atau pelatih silat.

Gagah berani, berjalan menghampiri mobil hitam tersebut. Prakk…, Yang dipukul mobilnya.

Apa yang terjadi? kenapa sampai harus main menantang dan memukul kendaraan?

“Mengeluarkan kata T*l*s*, adalah ucapan yang tidak menunjukkan rasa hormat kepada orang lain. Dan secara tidak langsung yang mengucapkan juga tidak terhormat”.

Mereka Tidak Kenal

Yang memakai celana pendek dan pakaian santai itu adalah anggota DPRD Sulsel.

Namun hal yang penting bukan karena dia anggota DPRD. Andi Edy Manaf melakukan sebuah kesalahan, karena tidak memperkenalkan diri.

“Tidak ada urusan, mau anggota DPRD atau bukan”

Jika ini bahasa yang lahir, tidak pandang bulu, maka yang paling resisten dengan petugas bersuara sopran tersebut, adalah warga biasa.

Bagaimana kalau yang lewat adalah orang kecil?.

Menangani Covid dengan pembentukan Gugus Tugas yang terkoneksi lintas profesi tersebut. Komunikasi adalah utama, dalam konteks teori maupun tujuan komunikasi itu sendiri.

Di Posko Gugus Tugas Covid-19, tidak boleh ditempati orang yang arogan, sebab mereka diberikan tugas melayani.

Saya Lelah, Saya Petugas, Saya Kerja

Kita hargai itu, sebab Negara ataupun daerah menyiapkan anggaran untuk mereka yang bekerja. Masyarakat tidak akan bertanya petugas dibayar berapa.

Namun contoh memaki anggota DPRD, akan beresiko terjadi memaki orang lain.

Kita tidak sedang membela siapapun, kita memikirkan kasus berikutnya.

Kita memikirkan bagaimana penanganan Covid-19 ini secara menyeluruh dan tidak menimbulkan rasa cemas warga.

Bupati Bantaeng Bijak

Ilham Azikin, orang terhormat dari keturunan terhormat. Yang memahami betul bagaiman meningkatkan kredibilitas daerah dengan pelayanan terbaik.

Untuk menghindari kejadian yang lebih tidak mengenakkan, maka petugas perlu dievaluasi.

Bukan hanya yang berteriak, tapi juga Dandim dan Polres Bantaeng, perlu melakukan evaluasi terhadap seluruh anggota yang berjaga.

Kondisi ini jangan melebar sampai ke isu daerah antara Bantaeng dan Bulukumba.

Kondisi kedua daerah adalah berdampingan. Seperti saudara, dan memang bersaudara. Jangan dibawa ke isu Bulukumba berhadapan dengan Bantaeng.

Kejadian ini tidak membawa korelasi kedaerahan, sebab yang lain bijak dalam melihat kejadian ini.

Ombak di Pantai Bantaeng adalah nyanyian rindu, dengan santunnya penduduk didaerah tersebut.

Yang emosi dan memaki, mungkin dia sedang lelah. Sesekali putar musik engkaulah takdirku. Biar haji sejuk.

Kondisi saling bentak, biarkan semua melakukan evaluasi diri.

Yang lewat di posko gugus tugas, harus tunduk pada SOP. Dan petugas jaga harus menjalankan SOP dari Gugus Tugas.

Silahkan membentak atau memaki mereka yang diperiksa, jika saja memaki adalah SOP pada gugus tugas tersebut. Termasuk silahkan mengeluarkan kata “kurang aj*r” jika memang aturan pada gugus tugas menyatakan demikian.

Yang pasti, memukul kendaraan, dan menantang baku hantam. Bukan langkah bijak.

Bacaan Lain : Layanan Gugus Tugas Covid 19 Sulsel Lamban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *