Mitos Bunga

Mitos Jenis Bentuk Bunga: Definisi dan 8 Ragamnya

Posted on

Berbagai mitos tentang bunga di indonesia yang hingga kini masih banyak dipercaya oleh banyak masyarakt menjadi cerita tersendiri yang menarik untuk dibahas. Artikel berikut ini akan membahas seputar mitos bunga dan tanaman di Indonesia

Beritaku.id, Lestari – Edelweis merupakan spesies tumbuhan endemik zona alpina atau montana yang tumbuh subur di beberapa pegunungan Indonesia. Tumbuhan ini bisa hidup dengan baik di atas tanah tandus berkat kemampuannya untuk membentuk mikoriza dengan suatu jamur tanah. Hal ini efektif untuk melebarkan jangkauan bagian akarnya serta meningkatkan efisiensi pencarian zat hara.

Oleh: Veronika (Penulis Lestari)

Di Indonesia edelweis jawa (Anaphalis javanica) merupakan spesies edelweis yang paling mudah ditemukan.

Filosofi Bunga Edelweis

Edelweis atau everlasting flower merupakan simbol keabadian. Bunga yang memiliki nama ilmiah Anaphalis javanica untuk spesies edelweis jawa sangat mudah ditemukan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Nama Edelweis berasal dari bahasa Jerman, yaitu edel berarti agung atau mulia dan weiss  yang berarti putih. Selain menjadi sebuah simbol keabadian, bunga edelweis merupakan lambang cinta sejati yang abadi.

Kemampuan edelweis hidup di tanah gersang dimaknai sebagai gambaran kehidupan. Meskipun tidak mudah, edelweis bisa tumbuh dan berbunga dengan indahnya. Mengingat hanya bisa ditemukan di dataran tinggi saja, bunga ini kemudian memiliki filosofi bahwasanya untuk mendapatkan cinta sejati perlu pengorbanan dan perjuangan.

Bentuk Bunga Edelweis

Mitos Bunga
Bunga Edelweis

Dalam rangka menjaga spesies ini dari kepunahan, pemerintah sudah menetapkan larangan pemetikan bunga edelweis secara resmi melalui UU Nomor 5 Tahun 199 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati, tepatnya pada Pasal 40 ayat 2.

Wajib tahu, bunga edelweis hanya tumbuh di dataran tinggi . Tanaman tumbuh di gunung dengan ketinggian 1.700-2.700 mdpl dengan kelembapan dan suhu tertentu. Bunganya mekar setelah musim hujan, tepatnya pada bulan April hingga Agustus.

Edelweis memiliki batang berkulit kasar dan bercelah. Batang ini juga berfungsi sebagai tangkai bunganya. Tanaman ini berdaun linear dan lancip dengan ukuran 4-6 cm dan lebar 0,5 cm. Terdapat bulu halus mirip wol pada permukaan daunnya.

Bunga edelweis memiliki karakteristik yang tidak mudah layu. Umumnya kelopaknya berwarna putih dan bertekstur halus. Selanjutnya kepala bunga edelweis berwarna kuning. Terdapat daun muda berukuran 5 mm yang mengelilingi kepala bunganya.

Mitos Bunga Edelweis

Terdapat mitos bunga edelweis yang dipercaya banyak orang. Salah satu mitos ini adalah langgengnya hubungan percintaan bila memberikan bunga ini pada pasangan.

Karakteristik kelopak bunga yang tidak mudah gugur ternyata bukan karena edelweis merupakan bunga keabadian. Keberadaan hormon etilen di sana membuat bunga edelweis tidak mudah gugur.

Baca Juga Beritaku: Bunga Edelweis: 6 Jenis, Cerita Mitos Dan Kiasan Kata Yang Menarik

Filosofi dan Mitos Tentang Bunga Bougenville

Bougenville punya nama lain, yaitu bunga kertas. Dengan tinggi tanaman maksimal mencapai 15 meter, tanaman bougenville memiliki batang berduri yang keras dan bercabang. Biasanya daun panjang daun ini mencapai 10 cm dengan lebar 2-6 cm.

Bunga bougenville cenderung tipis dan kecil. Setiap satu bunga, terdapat tiga kelopak dan daun pelindung berukuran besar. Warna dari bunga tersebut sangat tergantung dengan jenis spesiesnya. Biasanya warna bunga bougenville yang mudah ditemukan adalah putih, kuning, merah muda dan merah.

Filosofi Bunga Bougenville

Mitod Bunga
Bunga Bougenville

Filosofi bunga bougenville yang paling terkenal datang dari adat Jawa dan Feng Shui.

Menurut adat Jawa, bunga bougenville punya filosofi sifat satrio wirang. Arti dari filosofi ini adalah kedatangan dampak buruk bagi pemilik rumah yang menanamnya. Untuk kaum perempuan, mereka akan sulit mendapat jodoh. Sementara bagi lelaki, mereka tak akan betah di rumah.

Feng Shui sangat erat hubungannya dengan kebaikan untuk seluruh penghuni rumah. Sebaliknya, bunga bougenville warna merah merupakan salah satu tanaman rekomendasi untuk ditanam di sekitar rumah. Alasannya, bunga ini akan membawa kekayaan dan keberkahan serta durinya bisa menghindarkan pemilik rumah dari siapa saja yang berniat jahat.

Di beberapa negara, seperti India dan Australia, bougenville melambangakan perlindungan, simbol perdamaian dan gairah hubungan.

Mitos Bougenville Flower

Bagi orang Jawa, bunga bougenville membawa dampak yang cukup negatif. Terdapat mitos bahwa bunga ini bisa meningkatkan hasrat selingkuh dan membuat keluarga sulit akur.

Kepercayaan masyarakat akan mitos ini berasal dari bentuk bunganya yang cantik namun berduri. Oleh sebab itu, bougenville menjadi salah satu tanaman yang biasanya tak ditanam tepat di dekat pintu masuk.

Bentuk dan Mitos Peace Lily

Peace Lily

Peace lily atau lili perdamaian adalah tanaman bunga yang berasal dari hutan hujan tropis di Amerika. Dengan nama ilmiah Spathiphyllum wallisii  tanaman ini kerap terpilih sebagai dekorasi interior rumah yang multifungsi.

Bentuk Peace Lily

Di habitat aslinya,  peace lily mekar pada musim semi. Bunganya berbentuk menyerupai helaian daun dengan tumbuhan setinggi 24-40 inci. Tanaman tersebut akan tumbuh dengan baik di tempat yang gelap sehingga pas menjadi pilihan bunga untuk dekorasi hidup ruangan kantor maupun kamar.

Mitos Peace Lily

Peace lily merupakan bunga yang biasa dikirimkan untuk menunjukkan rasa simpati pada kematian anggota keluarga Bukan tanpa alasan, bunga ini merupakan simbol dari jiwa yang lahir kembali dan transendensi kehidupan dunia serta lambang kedamaian dan harapan.

Bagi penganut Kristiani, peace lily melambangan kesucian ddan kemurnian Perawan Maria karena warnanya yang putih bersih.

Sementara bagi masyarakat Cina kuno dan ilmu Feng Shui, bunga lili perdamaian dapat menyelaraskan dan menenangkan energi rumah, terutama perbaikan perselisihan yang mempengaruhi bangunan pada masa lampau. Getaran pelindung serta pembersih yang kuat dimiliki oleh tanaman bunga ini.

Baca Juga Beritaku: 13 Kegunaan Bunga Edelweis: Klasifikasi, Arti dan Makna

Mitos Bunga Pachira

Bunga Pachira

Pachira aquatica atau Pachira punya mitos mampu mendatangkan rezeki bagi pemiliknya. Tidak heran, tanaman ini kerap disebut sebagai pohon duit atau money tree. Mitos mengepang 5-9 batang pachira bisa membuat rezeki semakin melimpah.

Mitos di atas ternyata merupakan bagian dari ilmu Feng Shui. Tanaman keberuntungan ini tak boleh dikepang empat karena menurut kepercayaan, angka tersebut merupakan angka sial.

Mitos Bunga Rubber Plant

Tanaman karet atau rubber plant merupakan spesies tanaman hias yang punya mitos untuk mendatangkan keberuntungan. Bagi pemilik rumah, menanam rubber plant pada bagian sudut halaman atau meletakkannya di pojok ruang merupakan simbol kemakmuran, keberuntungan dan limpahan uang.

Rubber plant atau Ficus elastica termasuk ke dalam genus Ara. Tanaman ini berasal dari Asia Selatan dan sudah dinaturalisasi di Hindia Barat, Sri Lanka dan Florida. Bentuk daunnya oval dengan tampilan mengkilap. Biasanya ukurannya antara 10-35 cm dengan lebar 5-15 cm.

Mitos Crassula ovata

Jade atau Crassula ovata adalah salah satu tanaman sukulen berbunga merah muda atau putih kecil. Termasuk kedalam golongan tanaman hias, Jade berasal dari Mozambik, Eastern Cape dan KwaZulu-Natal di Afrika Selatan.

Crassula ovata juga punya sebutan lain, yaitu tanaman giok, pohon uang dan tanaman keberuntungan. Menurut kepercayaan Feng Shui, tanaman ini membawa efek positif pada kesejahteraan dan kekayaan pemiliknya.

Selain itu, tanaman jade juga kerap terpilih menjadi hadiah bagi keluarga atau orang yang baru pindah rumah. Alasannya karena tanaman ini akan menyambut kesuksesan sang pemilik rumah itu.

Mitos Bunga Anggrek

Anggrek adalah salah satu suku tumbuhan berbunga dengan jumlah total spesies yang sudah teridentifikasi mencapai 43.000.

Sebagian besar spesiesnya tumbuh dengan baik di daerah tropis dan hidup sebagai epifit dari tanaman lainnya. Di daerah beriklim sedang, anggrek memiliki umbi dengan organ tebal dan berdaging sehingga membuatnya tahan terhadap permasalahan air.

Sudah lama anggrek di minati sebagai tanaman hias. Tidak hanya memiliki bunga yang cantik, anggrek juga punya mitos positif bagi pemiliknya.

Anggrek atau Orchidaceae merupakan lambang cinta sehingga kehadirannya di rumah di percaya akan mempererat hubungan antar anggota keluarga.

Anggrek juga bisa menjadi inspirasi kado tanaman untuk pasangan yang baru saja menikah. Menurut tradisi kuno Yunani, anggrek punya hubungan dan keterkaitan dengan fertilitas. Pas sekali bukan?

Baca Juga Beritaku: Bau Busuk Bunga Raflesia, Ini Penyebabnya Dan Fakta Bunga Bangkai

Mitos Tanaman Palem

Tanaman Palem

Bagi para pecinta tanaman hias, palem merupakan salah satu pilihan dekorasi hidup untuk mempercantik tampilan rumah.

Ragam tanaman palem hias

Setidaknya terdapat beberapa jenis pohon palem hias yang umum di tanam di area rumah maupun bangunan komersial. Berikut ini merupakan lima jjenis tanaman palem hias yang umum di tanam di Tanah Air.

Palem kuning

Palem kuning atau Dypsis lutescens dalam bahasa Latin adalah tanaman hias palem asli Madagaskar, Afrika. Termasuk ke dalam suku pinang-pinangan, tanaman tersebut dapat tumbuh setinggi 3-6 meter, tergantung tempat hidupnya.

Palem sadeng

Saribus rotundifolius merupakan nama Latin dari palem sadeng atau palem kipas. Umumnya jenis palem ini terlihat di daerah Asia Tenggara. Tinggi pohon palem sadeng bisa mencapai 15-25 meter dengan diameter batang 15-25 cm. Palem sadeng hias berukuran cukup mungil dengan bentuk daun yang menarik. 

Palem phoenix

Berasal dari Provinsi Yunan di Cina dan Vietnam utara, palem phoenix atau Phoenix roebelenii adalah tanaman hias yang ukurannya cukup kecil. Dengan tinggi maksimum mencapai 2-3 meter saja, tanaman tersebut mudah ditemukan di daerah tropis dan subtropis . Selain di tanam di pekarangan, palem jenis ini juga bisa di tempatkan di dalam pot.

Palem waregu

Keberadaan palem waregu membuat pasar tanaman hias semakin ramai. Jenis ini termasuk dalam genus Rhapis yang berasal dari daerah subtropis dan tropis, tepatnya Asia Tenggara dan Asia Timur. Terdapat jenis palem waregu yang cocok sebagai dekorasi dalam ruangan, seperti Rhapis gracilis dan Rhapis humilis karena tahan terhadap AC.

Palem Chamaedorea

Jenis palem ini sangat tepat untuk rumah tipe minimalis sederhana. Pertumbuhan palem chamaedorea cenderung lebih lambat. Oleh karena itu, tanaman tersebut sangat populer sebagai tanaman dalam ruangan. Beberapa spesies jenis ini yang paling familiar adalah Chamaedorea metallica, erumpens dan elegans.

Mitos tanaman palem

Berdasarkan kepercayaan Feng Shui, palem merah merupakan tanaman hias yang memiliki elemen api. Adanya unsur warna merah akan membawa keberuntungan bagi si pemilik rumah yang menanamnya di pekarangan. Tidak hanya itu saja, tanaman ini juga bisa menaikkan pangkat dan derajat serta menangkal berbagai energi negatif.

Terlepas dari mitos dan kepercayaan tersebut, ternyata palem baik untuk kesehatan. Palem mampu menyerap berbagai zat kimia, seperti formaldehid dan xylene dari perabotan baru atau karpet. Bukan isapan jempol belaka, tanaman ini kemudian bisa menjadi dekorasi hijau untuk halaman maupun di dalam ruangan rumah.

Bagikan Ke