Pengertian Ceramah: Ciri-Ciri, Unsur, dan 3 Contoh Teks Singkat

Diposting pada

Ceramah memiliki pengertian yang simpel dalam penyampaian pesan kepada masyarakat luas, bagaimana ciri dan contoh serta teksnya maka artikel ini akan membaha secara lengkap buat anda.

Beritaku.id, Organisasi dan Komunikasi – Manusia harus mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Tak sampai itu saja, Rasullullah juga memerintahkan manusia untuk membagi ilmu kepada sesama. Salah satu cara yang dapat kita lakukan yaitu melalui ceramah. Berikut ini ciri-ciri, unsur, hingga contoh ceramah yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Oleh: Riska Putri(Penulis Berita Organisasi dan Komunikasi)

Sabda Rasulullah

Dalam salah satu hadist, Rasulullah memerintahkan umatnya agar gemar membagikan ilmu. Dari Abdullah bin Amr, Rasulillah SAW bersabda “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari). Perintah untuk manusia agar dapat membagikan ilmu itu juga telah berkali kali di sebutkan salah satunya dalam hadits Ibnu Majah, yang artinya:

“Sesungguhnya yang sampai kepada seorang mukmin dari amalannya dan kebaikannya setelah meninggal dunia ialah, ilmu yang ia ajarkan dan ia sebarkan, anak soleh yang ia tinggalkan, mushaf al-Qur’an yang ia wariskan, masjid yang ia bangun, rumah yang diperuntukan untuk ibu sabil yang ia bangun, sungai yang ia alirkan, sedekah yang ia keluarkan dari hartanya dalam keadaan sehat dan hidup.” (HR. Ibnu Majah, Al-Baihaqi dan Khuzaimah).

Bahkan Rasulullah amat mengecam orang-orang yang menyembunyikan ilmunya. Beliau menegaskannya lewat hadits berikut ini yang merupakan riwayat dari Abu Hurairah:

“Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu, kemudian ia menyembunyikannya, maka kelak ia akan dibungkam mulutnya dengan api neraka.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Baihaqi, dan Al-Hakim).

Dengan demikian, telah jelas dan tegas bahwa Rasulullah sangat meninggikan sikap berbagi ilmu. Hal ini memang sangat penting bagi perkembangan peradaban manusia. Selain itu, tentu saja amal baik kita pun akan bertambah. Apabila ilmu yang kita bagikan itu diamalkan oleh orang lain, pahalanya akan mengalir hingga setelah kita meninggal dunia.

Karena keutamaan itulah, artikel ini akan membahas pengertian ceramah berikut contohnya. Agar budaya berbagi ilmu tetap lestari di kalangan umat muslim. Berikut ini penjelasannya.

Pengertian Ceramah

Menurut KBBI pengertian ceramah adalah pidato yang penyampaiannya oleh seseorang di hadapan banyak pendengar. Pidato ini berisi mengenai suatu hal, pengetahuan, dan sebagainya. Orang yang memberikan ceramah adalah penceramah. Penceramah harus orang yang memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas atau merupakan pakar yang mengusai bidang terkait. Sedangkan, kegiatan yang dilakukan disebut berceramah.

Berceramah sendiri memiliki arti memberikan uraian tentang suatu hal. Dalam teks ceramah biasanya mengandung pesan yang berisi petunjuk, nasihat, atau petuah. Adapun pengertian teks ceramah yaitu naskah tertulis sebagai dasar untuk memberikan pidato tentang ilmu pengetahuan yang di sampaikan.

Sebuah ceramah sederhana saat isi dari ceramah tersebut singkat, di mana hanya berisi pembuka, isi, dan penutup. Selain itu, ceramah sederhana biasanya memiliki durasi yang lebih singkat (kurang dari 30 menit).

Ciri-Ciri

Ceramah

Setelah pengertian adapun ciri-ciri dari sebuah ceramah, yaitu:

  1. Menjelaskan atau menginformasikan suatu hal untuk memperluas pengetahuan para pendengar (audience).
  2. Penceramah merupakan seseorang yang memiliki keahlian atau pakar dalam bidang ilmu tertentu.
  3. Terdapat ajakan atau persuasi untuk mengubah sikap atau tindakan pendengar sesuai dengan yang di inginkan penceramah. Misalnya penceramah mengajak pendengar untuk lebih rajin membaca al-Qur’an.
  4. Berisi argumen yang dapat menguatkan topik yang dibicarakan.
  5. Memiliki fakta dan data yang memperkuat argumen dalam teks ceramah.
  6. Terdapat komunikasi dua arah anatra pembicara dan pendengar, baik itu dialog hingga tanya jawab.

Baca Juga Beritaku: 8 Contoh Teks Penutup Pidato Formal Dan Ceramah Islami

Unsur Ceramah

Adapun beberapa unsur dalam sebuah ceramah, yaitu:

  • Informatif

Di mana dalam setiap ceramah harus memberikan informasi tentang sebuah hal, sehingga pendengar dapat menerima ilmu baru yang dapat mendorongnya untuk melakukan perubahan.

  • Persuasif

Dalam setiap ceramah perlu adanya ajakan dari penceramah ke pendengar agar pendengar bisa merubah sikap atau tindakannya sesuai dengan isi dan pesan dalam ceramah.

  • Argumentatif

Dalam setiap ceramah perlu ada argumen. Argumen ini bertujuan untuk dapat menguatkan informasi dari penceramah sehingga dapat meyakinkan pendengar atas kebenaran informasi tersebut.

  • Deskriptif

Dalam setiap ceramah mengandung deskripsi atau penjelasan lebih lanjut tentang informasi yang diberikan. Hal ini bertujuan agar informasi tersebut tepat sasaran, tidak menimbulkan persepsi lain, dan agar tidak menimbulkan kebingungan.

  • Rekreatif

Dalam ceramah unsur rekreatif (bersifat menghibur) juga penting. Dengan adanya unsur rekreatif maka pendengar tidak akan merasa bosan dalam penyampaian ceramah.

  • Naratif

Naratif diperlukan oleh penceramah untuk menceritakan suatu hal kepada para pendengar.

Contoh Teks Singkat Tentang Kebersihan

Ceramah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillah, Allah Swt telah memberikan kita kesempatan pada siang hari ini untuk bertemu di masjid besar ini. Alhamdulillah kita diberi nikmat sehat yang tiada tarannya sehingga kita dapat berkumpul untuk saling bersilaturahim. Jamaah sekalian yang saya cintai, di sini saya akan sedikit menyinggung tentang ‘’kebersihan’’.

Sebagaimana hadis rasulullah yang artinya:

“Bersuci itu sebagian dari iman, membaca Alhamdulillah adalah memenuhi timbangan amal, membaca subhanallah walhamdulillah adalah memenuhi seisi langit dan bumi, salat sunnah adalah cahaya, sedekah adalah petunjuk, sabar adalah sinar yang memanar, dan Al-Quran adalah hujjah (argument) dalam pembicaraanmu.” (H.R. Muslim: 328)

Dari hadis tersebut dapat kita pahami bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Jadi tidak pantaslah seorang muslim mengaku beriman apabila dia tidak peduli tentang kebersihan.

Selain itu, perintah Allah tentang bersuci juga jelas. Ketika kita buang hajat kita wajib membersihkan diri, ketika akan solat kita wajib wudhu atau tayamum bahkan setelah junub pun kita berkewajiban untuk mandi janabah. Semua itu menyiratkan bahwa bersuci adalah perintah dari Allah yang wajib kita patuhi. Jangan pernah menganggapnya sepele sehingga lalai melakukannya. Karena hal itu menentukan derajat iman kita di hadapan Allah Swt.

Jika kita tidak melaksanakan perintahnya brarti kita bukan termasuk hamba yang beriman dan bertaqwa. Allah menciptakan air di dunia ini sudah pasti ada sebab dan fungsinya, yaitu untuk membersihkan diri. Jadi, banyaklah bersyukur ketika kita hidup di lingkungan yang tidak kekurangan air sedikit pun, karena air adalah pemberian Allah yang seharusnya kita jaga dan lestarikan dengan tidak mengotorinnya.

Sekian yang dapat saya sampaikan, semoga dapat memberikan segudang manfaat bagi saudara sekalian.

Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Baca Juga Beritaku: 9 Kualifikasi Seorang Pendakwah Dengan Ceramah Singkat Ramadhan

Contoh Teks Ceramah Singkat Tentang Pengertian Kematian

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillah wasyukru ‘ala ni’amillah, kita masih mendapatkan umur yang panjang, rejeki yang berlimpah, dan nikmat sehat yang tiada tarannya. Tanpa semua anugerah itu, niscaya kita tak akan mampu berjalan dan berada di tempat yang penuh rahmat ini.

Baiklah saudara-saudara seiman yang di Ridhoi Allah. Pada kesempatan ini, marilah kita membahas tentang ‘’kematian’’. Topik ini memang kadang membuat kita khawatir dan ketakutan karena ingat dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Namun, itulah memang fungsi utamanya. Agar kita senantiasa ingat kepada Allah, hari pembalasan, dan indahnya pengampunan sang Khalik.

Sebagaimana firman Allah yang artinnya:

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS. Ali Imran 3: 185).

Ayat di atas menjelaskan jika kematian itu pasti akan datang kepada kita, hanya kita saja yang menunggu dan tidak tahu kapan ajal tiba. Kita sekarang ini berada dalam kehidupan yang fana dan semu, ia tidaklah kekal adannya. Hanya kehidupan setelah mati atau akhiratlah yang abadi.

Jika berat amalan kebaikan maka kita akan masuk ke dalam surga tapi jika lebih berat timbangan amal buruk berarti kita akan menjadi penghuni neraka. Tapi terkadang hal tersebut tidak kita sadari karena diri ini terlalu terhipnotis pada kenikmatan dunia seperti harta, tahta, dan wanita.

Padahal semua itu tidak akan kita bawa mati. Semua itu hanyalah kesenagan yang semu. Hanyalah amalan kita yang akan membantu kita dalam hari pertimbangan amal nanti.

Maka ingatlah agar senantiasa melakukan hal-hal yang akan memberatkan timbangan kebaikan di akhirat kelak. Karena tidak ada keberuntungan yang lebih besar daripada surga.

Sekian yang dapat saya sampaikan, semoga dapat memberikan segudang manfaat bagi saudara sekalian.

Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Contoh Teks Ceramah Singkat Tentang Ibu

Ceramah

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Sebelumnya, marilah kita panjatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua di sini. Shalawat serta salam semoga terus tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman. Serta, semoga kita mendapat syafaatnya di yaumul qiyamah nanti.

Saudara-saudaraku yang dirahmati oleh Allah SWT

Bila kita membicarakan tentang Ibu, saya teringat akan kisah Malin Kundang. Dalam kisah tersebut, menceritakan seorang anak yang terkutuk menjadi batu oleh Ibunya karena ia tidak mengakui ibunya sendiri. Namun sayangnya, pada zaman sekarang ini tidak pernah kita jumpai seorang anak yang benar-benar menjadi batu, meski banyak anak yang durhaka kepada ibunya.

Sekarang ini, seringkali kita jumpai seorang anak yang sudah masuk dalam kategori durhaka karena mereka sering berkata kasar, berbohong, dan memerintah ibu. Bahkan banyak yang sampai tega berperilaku kasar kepada orang tua. Padahal ibu dengan ikhlas melahirkan, menyusui, dan merawat kita, saat kita masih lemah.

Berkaitan dengan hal ini, Allah SWT telah berfirman dalam Q.S Luqman ayat 14, yang artinya: 

“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS Luqman, 31:14)

Ibulah yang merawat kita sejak bayi, balita, hingga kita dewasa. Kasih sayangnya tidak pernah menghilang walau senakal apapun anaknya. Karena pengorbanan yang besar inilah, kita wajib menyayangi ibu kita, lebih dari sayang kita kepada orang lain.

Dahulu ada seseorang sahabat bertanya kepada Rasulullah:

“Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?”

Nabi SAW menjawab,

“Ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu dan kemudian yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat kepadamu,”

Di antara keajaiban Syari’at Islam itu adalah bahwa Islam itu memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada ibu, meskipun ia musyrik. Sebagaimana yang ditanyakan oleh Asma’ binti Abu Bakar kepada Nabi SAW tentang hubungannya dengan ibunya yang musyrik. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Ya, tetaplah kamu menyambung silaturrahmi dengan ibumu.” (HR. Muttafaqun ‘Alaih).

Di antara perhatian Islam terhadap seorang ibu dan haknya serta perasaannya bahwa Islam telah menjadikan ibu yang dicerai itu lebih berhak untuk merawat anaknya dan lebih baik daripada seorang ayah.

Keberadaan ibu yang telah diperhatikan oleh Islam dengan sepenuh perhatian ini dan yang telah diberikan untuknya hak-hak, maka dia juga mempunyai kewajiban, yakni mendidik anak-anaknya, dengan menanamkan kemuliaan kepada mereka dan menjauhkan mereka dari kerendahan. Membiasakan mereka untuk taat kepada Allah dan mendorong mereka untuk mendukung kebenaran dan tidak menghalang-halangi mereka untuk turut berjihad karena mengikuti perasaan keibuan dalam hatinya. Sebaliknya ia harus berusaha memenangkan seruan kebenaran daripada seruan perasaan.

Karena itu, ada beberapa kewajiban kita sebagai anak kepada orang tua:
  • Taat dan berbakti pada orang tua. Selama mereka tidak memerintah pada kemusyrikan, dan kita tetap menjaga tata krama dan kebaikan.
  • Mendoakan kedua orang tua. Diantara doa kita pada orang tua adalah: “robbil firli wali wa lidaya war hamhumma kama robbayani soghiro”.
  • Menjaga ucapan kita agar tetap sopan, nada bicara jangan terlalu tinggi, jangan membentak, jangan menolak ketika diperintah. Jika tidak bisa, katakan dengan baik alasannya, jangan menggerutu.
  • Itulah beberapan pedoman kita untuk berbuat baik kepada orang tua terutama terhadap ibu. Mudah-mudahan kita, ibu-ibu kita, bapak-bapak kita, saudara-saudara kita, bersaudara dalam keimanan dan ketakwaan, sehingga dipertemukan kembali di surga Allah SWT atas Ridho-Nya.

Sekian yang dapat saya sampaikan, semoga dapat memberikan segudang manfaat bagi saudara sekalian. Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Baca Juga Beritaku: Pembukaan Dakwah, 4 Contoh Sambutan Dan Ceramah (Sabar, Ikhlas, Sedekah, Ilmu)

Daftar Pustaka
  1. 2021. Ceramah Singkat Tentang Ibu. https://passinggrade.co.id/ceramah-singkat-tentang-ibu/
  2. 2021. 7+ Contoh Ceramah Agama Singkat dalam Berbagai Tema (Lengkap). https://thegorbalsla.com/contoh-ceramah-singkat/
  3. Putri Sutrisni Arum. 2020. Pengertian Teks Ceramah. https://www.kompas.com
  4. Nugroho Tri Faozan. 2020. Pengertian, Ciri-ciri, Tujuan, Struktur, dan Contoh Teks Ceramah. https://www.bola.com
  5. Rodja Radio. 2014. Hadist tentang Anjuran untuk Menyebarkan Ilmu dan Ancaman dari Menyembunyikan Ilmu – Kitab Shahih Targhib wa Tarhib (Ustadz Abu Yahya Badrusalam). https://www.radiorodja.com
Bagikan Ke