Definisi pembukaan dakwah
Pengertian pembukaan dakwah (Foto: mediaindonesia.com)

Pembukaan Dakwah, 4 Contoh Sambutan Dan Ceramah (Sabar, Ikhlas, Sedekah, Ilmu)

Diposting pada

Ceramah, sambutan, pidato, tausyiyah maupun khotbah merupakan model dakwah, dan terdapat pembukaan didalamnya, bagaimana penjelasannya?

Beritaku.Id, Organisasi dan Komunikasi – Dakwah adalah kegiatan yang sifatnya menyeru dan mengajak seseorang untuk beriman kepada Allah SWT.

Oleh: Ulfiaana (Penulis Organisasi dan Komunikasi)

Lebih awal akan kita bahas mencari definisi pidato dengan pencarian dan penyusunan pembukaan hingga penutup teksnya dalam naskah untuk melakukan dakwah.

Dakwah berasal dari kata arab yaitu da’a yad’u yang memiliki arti ajakan atau panggilan. Hal itu kita lakukan agar orang yang beriman taat kepada Allah dan menjalankan semua perintahNya.

Juga agar manusia memiliki akhlak yang sesuai dengan Al-Quran dan Haddis. Setiap seorang muslim yang beriman wajib kepada mereka untuk berdakwah. Rasulullah SAW bersabda

“ Sampaikan dariku, walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Rasulullah adalah teladan utama sehingga akhlak beliau yang menjadi rujukan umat Islam. Itulah yang menyebabkan muncul istilah kegiatan dakwah. Dakwah disini berbeda bentuknya tiap orang.

Baca juga beritaku: Naskah pidato perpisahan SMA.

Arti Pidato Dan Ceramah

Ada yang melalui lisan, ada juga yang melalui perbuatan. Dakwah melalui lisan yang sangat umum pada msyarakat salah satunya adalah dengan ceramah.

Dalam masyarakat luas, istilah ceramah sama dengan pidato. Keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu menyampaikan.

Arif Yosodipuro pernah menyampaikan arti pidato dalam bukunya. Menurutnya pidato adalah suatu kegiatan berbicara untuk menyampaikan pendapat.

Pidato juga kegiatan untuk memberi sebuah gambaran tentang suatu hal di depan banyak orang.

Pembukaan Pidato Erdogan
Presiden Turki, Erdogan, dengan Gaya Pembukaan Pidato Yang Menarik (Foto: Republika)

Pidato atau ceramah bisa kita temukan pada kehidupan sehari-hari. Ceramah bisa kita temui di masjid atau mushola.

Entah itu saat khotbah jumat, atau acara kajian. Semua orang bisa berceramah. Biasanya yang paling sering melakukan ceramah adalah orang-orang yang di percayai mampu menyampaikan suatu hal.

Tiap orator atau penceramah juga memiliki ciri khas masing-masing. Semakin unik pembawaannya, biasanya akan semakin mudah mengingatnya.

Sebenarnya dalam ceramah yang di butuhkan adalah teknik berkomunikasi. Hal itu menjadi penting karena pada dasarnya ceramah adalah menyampaikan.

Jika cara menyampaikannya mudah di mengerti maka ceramah bisa tergolong sukses. Untuk itu penting mengetahui karakter dari segmentasi pendengar.

Untuk masyarakat awam biasanya dakwah dengan diselingi humor lebih disukai. Jika dakwah di lingkungan civitas akademika, bahasa intelektual dan logika lebih diminati.

Dalam segi materi juga bisanya mengikuti minat pendengar. Materi ceramah biasanya adalah hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Hal itu dilakukan agar masyarakat mendapat kebahagiaan ketika mendengarnya. Juga, agar ilmu yang disampaikan bisa langsung di aplikasikan.

Tujuan Ceramah

Kalimat Pembuka Dakwah Dan Ceramah
Pidato, Ceramah (Dakwah) Memiliki Struktur, Pembukaan, Isi dan Penutup (Foto:Uniqpost)

Sebelum membuat materi untuk ceramah, penting untuk mengetahui tujuan dari ceramah tersebut. Adapun tujuan ceramah yang paling penting di ketahui antara lain:

  • Memberikan motivasi kepada jamaah.
  • Memberikan cerita yang menyentuh hati.
  • Menyederhanakan sesuatu yang rumit.
  • Memberikan hiburan dengan ketenangan yang di sampaikan.
  • Memperingatkan akan hari yang akan datang.
  • Memberi kabar gembira kepada umat mukmin yang bertaqwa.
  • Menjawab pertanyaan yang membuat gundah di hati jamaah.

Setelah mengetahui tujuannya, langkah selanjutnya adalah membuat kerangkanya. Membuat kerangka akan memudahkan seseorang untuk mengetahui garis besarnya.

Sama seperti teks lainnya, teks ceramah juga di awali dengan pembukaan. Setelah pembukaan kemudian masuk ke isi. Di bagian isi inilah letak dari semua materi yang akan disampaikan.

Biasanya pengerjaan isi yang paling membutuhkan banyak waktu. Setelah isi selesai, baru masuk ke penutupan. Biasanya penutupan ini berisi tentang kesimpulan. Juga, berisi tentang doa dan kata penutup.

Ciri khas ceramah adalah sapaan yang hangat kepada para pendengar. Hal itu membuat pendengar menjadi merasa lebih dekat. Sapaan itu juga bisa berarti untuk menarik perhatian pendengar agar mau mendengarkan.

Ceramah biasanya diawali dengan kalimat puji-pujian kepada Allah SWT. Kata-kata yang digunakan juga biasanya bersifat lebih umum dibandingkan dengan dakwah.

Kata-kata umum tersebut di katakan dengan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk dakwah, pembukaannya biasanya menggunakan doa atau kalimat dengan bahasa arab.

Pidato Pembukaan Tri Rismaharini
Pidato Pembukaan Tri Rismaharini di Depan Presiden Erdogan (Foto: Patroli.co)

Berikut kumpulan beberapa pidato singkat, atau contoh Dakwah Islamiyah menarik dalam beberapa kegiatan.

Pembukaan Ceramah dan Contoh Dakwah Tentang Sabar

Pembukaan ceramah dalam hal dakwah yang umum adalah dengan kalimat rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Kemudian diikuti dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Baru kemudian melakukan kalimat sapaan terhadap orang – orang yang hadir.

Baca juga beritaku: Pembukaan MC Menarik, 8 Syarat, Tugas Serta Contoh Susunan Acara

Berikut merupakan contoh pembukaan ceramah dan isi ceramah dengan tema sabar.

Pembukaan Ceramah (Dakwah) Variatif

 Assalamua’alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh.

Pertama-tama marilah kita tidak membuka jarak dengan Allah SWT. Sebab Allahlah yang maha atas segala rahmat, serta maha kuasa atas taufik serta kasih sayangNya. Kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul disini tanpa halangan suatu apapun. Dia Dzat dengan Ar-Rohman Ar-Rohim atas segala cinta dan kasih sayang yang terdengar dan terasa pada bumi ini.
Kedua kalinya, kita tak bisa berpaling dari sang penyampai filsafat mutlak, yang pada konteks keilmuan sangat rasional. Filsafat keIslaman yang murni. Dialah Rasulullah Nabi Muhammad SAW.
Dantak lupa shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita. Sebagai jembatan dari zaman jahiliyah menuju zaman islamiyah ini.
Yang terhormat, bapak Bupati. Yang saya hormati, bapak Camat. Dan yang saya hormati, bapak RT. Serta bapak-bapak dan ibu – ibu yang saya sayangi.

Isi:

Allah SWT berfirman dalam surat Al – Baqarah ayat 153 yang berbunyi,

 “Wahai orang-orang yang beriman. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.”

Bapak-bapak dan ibu-ibu yang di rahmati oleh Allah SWT.

Dalam ayat tersebut Allah menegaskan keutamaan sabar adalah di bersamai oleh Allah SWT.

Segala masalah yang ada, jika Allah membersamai maka segalanya akan terasa mudah. Hati akan merasa tenang, karena yakin Allah SWT pasti akan membantu kita.

Di dalam hidup ini tentu terdapat banyak ujian. Bahkan dikatakan bahwa tidak dikatakan orang yang beriman melainkan pasti akan di uji.

Ujian itu memang tidak mudah bapak dan ibu, namanya juga ujian. Kalau mudah berarti hadiah ya.

Itu sebabnya, jika seorang manusia mampu melewati ujian tersebut maka Allah akan naikkan derajatnya.

Dalam melewati ujian tersebut, diharapkan manusia mampu untuk bersabar.

Hal itulah yang di katakan dalam ayat bahwa jadikanlah sabar serta shalat sebagai penolongmu. Allah akan memberikan pahala yang besar bagi orang-orang yang bersabar.

Jika saat ini rasanya masalah hidup begitu menghimpit, maka bersabarlah. Misalnya punya banyak hutang kok tak kunjung lunas, sabar.

Juga punya mobil banyak kok tak merasakan bahagia, sabar. Ada makanan enak tapi sariawan, sabar. Semua hal itu adalah ujian bapak dan ibu. Ujian untuk melatih kesabaran.

Bapak dan ibu semua.

Orang yang bersabar adalah orang yang bisa menahan dirinya untuk tidak melakukan sesuatu yang tak Allah sukai. Meskipun ujiannya berat, ia tetap dalam ketaatan kepada Allah SWT.

Kesabaran adalah tanda dari ketakwaan. Tentu kita semua sangat ingin di golongkan oleh Allah SWT sebagai orang yang bertakwa. Perkara sabar ini semoga bisa mengantarkan kita menuju ke surgaNya.

Penutup:

Itulah yang dapat saya sampaikan. Saya berharap bapak dan ibu semua dapat bersabar dengan ujian yang Allah berikan saat ini. Juga, menjadikan sabar dan shalat selalu sebagai penolong di kehidupan sehari-hari. Apabila ada lebihnya yang bisa diambil, maka itu semua dari Allah SWT. Apabila ada kurang dari apa yang saya sampaikan, maka itu murni kesalahan saya.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh.

Pembukaan Ceramah UAS
Ceramah UAS Dalam Suatu Kesempatan (Foto: Cepagram)

Pembukaan Dakwah Hingga Penutup, Ceramah Tentang Ikhlas

Pembukaan dakwah dalam hal ceramah, pidato maupun kultum. Yang paling sering adalah menggunakan doa dalam bahasa arab.

Dakwah biasanya dilakukan pada acara yang lebih spesifik. Urutan dakwah mirip dengan ceramah, hanya saja di depannya ditambahkan kalimat menggunakan bahasa arab.

Di masyarakat ada banyak doa dalam bahasa arab yang biasanya dipakai untuk dakwah. Mulai dari yang panjang, maupun sederhana yang pendek.

Inti dari artinya adalah sama. Intinya yaitu mengatakan kalimat pujian serta shalawat dan doa kebaikan untuk yang mendengarkan.

Ciri khas pembukaan dakwah juga biasanya diawali dengan membaca basmallah dan hamdallah.

Berikut ini merupakan contoh teks dakwah dengan tema ikhlas.

Macam-macam  pembukaan dakwah latin dari bahasa arab:

  • Nahmaduhu wa nas ta’iynuhu wa nastagfiruhu wa na’uwdzu billahi min syuriri anfusina wa min sayyiati a’malina mayyahdihi hillahu fa laa mudzilla lahu wa man yudizlilhu fa la hadi yalah.
  • Alhamdulillah hilladzi an’amanaa bini’matil iimani wal islam. Wa nushollii wa nusallimu ‘ala khayril anaami sayyadinaa muhammadin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’iyna amma ba’du.
  • Alhamdulillahi washollatu wa sallamu ‘ala rasulillahi sayyidinaa wa mau lanaa muhammadibni ‘abdillahi amma ba’duh.

Berikut contoh pembukaan dan ceramah dengan tema ikhlas.

Pembukaan:

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh.

Bismillah hi rahmannir rahim. Alhamdulillah. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Washolatu wa sala mu’ala asrofil ambiya’ i wal mur salin, wa ‘ala alihi wa soh bi hi aj’ ma’ngin.

Para jamaah sekalian.

Segala puji adalah bagi Allah, Tuhan pencipta alam semesta. Berkumpulnya kita disini adalah atas kuasa Allah.
Semoga malaikat menaungi setiap langkah yang kita ambil untuk menuju majlis ini.
Marilah kita bersyukur karena Allah masih memberikan kesehatan serta kebahagiaan kepada kita untuk tiba disini.

Shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau telah membawa kita dari keadaan gelap menuju terang benderang dengan cahaya islam yang kita rasakan saat ini.
Semoga kita kelak menjadi salah satu dari umat yang akan mendapatkan syafaatnya.

Isi:

Saat ini sering orang mengatakan kepada kita bahwa sebagai manusia kita harus ikhlas. Sebenarnya, apakah yang dimaksud ikhlas itu?

Para jamaah, ikhlas berasal dari kata akhlasa yang artinya murni, jernih dan bersih. Ikhlas adalah sikap yang di kerjakan hanya untuk mengharap ridha Allah SWT.

Ikhlas berarti tidak mengharapkan balasan dari orang lain atau manusia. Entah itu pujian, rasa kagum, ataupun untuk mendapat barang.

Letak ikhlas begitu tersembunyi di dalam hati seseorang. Itu sebabnya yang tau apakah kita melakukan sesuatu dengan ikhlas atau tidak, adalah diri kita sendiri.

Ada yang mengatakan bahwa ikhlas itu tidak perlu kita mengatakannya. Tidak menyebut-nyebut bahwa ia ikhlas. Apalagi menyebut-nyebut pemberian dan mengungkitnya.

Ada sebuah surat dalam Al-quran yang memiliki judul ikhlas, namun di dalamnya tak terdapat kata ikhlas.

Artinya jika kita boleh mengartikan, ikhlas adalah sebuah bentuk perbuatan. Bukan perkataan. Sebuah sikap yang orientasinya adalah Allah SWT.

Sebagai manusia biasa mungkin kita akan terus berjuang untuk bisa bersikap ikhlas. Hal itu karena adanya nafsu di dalam hati untuk bisa di puji sekecil apapun kebaikannya.

Kadang kita sendiri juga tidak sadar bahwa sesuatu yang kita lakukan itu di boncengi oleh rasa riya’.

Minimal rasa ujub atau berbangga diri meski tak ada yang melihat. Tentu saja kita tidak ingin, amal kebaikan yang telah kita lakukan rusak begitu saja. ‘

Itu sebabnya, mari kita semua meminta kepada Allah SWT agar menguatkan kita untuk bisa bersikap ikhlas.

Penutup:

Demikianlah yang bisa saya sampaikan tentang ikhlas pada perjumpaan kali ini.

Semoga yang sedikit itu bisa memberi banyak manfaat bagi kita semua. Apabila ada kurang lebihnya saya mohon maaf.

Wa billahi taufik wal hidayah, wa ridho wa inayah, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh.

Pidato Terbaik
Membuka Pidato Dengan Gaya YanG Menarik Adalah Harapan Pendengar (Foto:suka-suka)

Contoh Pidato Tentang Sedekah

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh

Selamat malam semuanya, semoga selalu dalam kondisi yang bahagia. Kita bersyukur kepada Allah SWT karena sang pemilik alam semesta secara mutlak dan tunggal telah mempertemukan kita pada acara di malam hari ini dalam kondisi sehat ya.

Jangan lupa Rasulullah Muhammad SAW, sang pejuang kebenaran pada jalan Allah SWT. Pemberi pencerahan murni, sebagai lentera masa depan.
Shalawat serta salam juga tak lupa kita sampaikan kepada Rasulullah SAW yang membuat kita bisa mengenal kenikmatan islam hingga hari ini.

Baca juga beritaku: Pembukaan Pidato Terkeren Dalam Sebuah Acara Formal Dan Semiformal

Teman-teman sekalian.

Sudahkah kita bersedekah hari ini? Sedekah itu tak melulu tentang harta. Kita hari ini memberikan senyum terbaik kepada saudara kita pun termasuk bersedekah.

Membantu orang lain dengan kekuatan kita juga termasuk sedekah tenaga. Sedekah memiliki arti yang begitu luas.

Arti Sedakah

Sedekah berasal dari kata sidq yang artinya kebenaran. Memberikan sesuatu kepada mereka yang membutuhkan adalah sedekah. Dalam surat Al Baqarah ayat 271, Allah mengatakan tentang sedekah yaitu,

” Jika kamu menampakkan sedekah (mu) maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu……”

Baik menampakkan sedekah atau menyembunyikannya, semua memiliki kebaikannya masing-masing.

Jika kita menampakkan maka akan menjadi contoh bagi orang lain. Jika kita menyembunyikannya maka bisa menjaga hati kita agar dalam kondisi ikhlas.

Kita perlu tau bahwa menyedekahkan harta kita atau tenaga kita di jalan Allah itu memiliki banyak keutamaan.

Harta yang kita sedekahkan itu tidak akan pernah berkurang. Bahkan justru akan bertambah. Karena darisana Allah memberikan keberkahan dari apa yang kita punya sehingga segala sesuatu terasa cukup.

Keutamaan yang lain adalah sedekah bisa menghapuskan dosa kita. Terdapat hadis yang mengatakan bahwa sedekah akan menghapus dosa seperti air yang memadamkan api.

Semakin banyak yang kita sedekahkan maka semakin Allah mengampuni dosa kita.

Lantas, apa yang menghalangi kita untuk menahan harta dari bersedekah? Semoga darisini kita bisa lebih bersemangat untuk berlomba-lomba dalam bersedekah.

Cukup sekian dari saya, apabila ada salah khilafnya saya mohon maaf. Saya berharap kita semua bisa menjadi ahli sedekah sepulang dari pertemuan ini.

Agar semoga kita dapat bertemu kelak di surgaNya kembali.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh.

Contoh Pidato Tentang Ilmu

Assalamua’alaimkum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Alhamdulillah hilladzi an’amanaa bini’matil iimani wal islam. Wa nushollii wa nusallimu ‘ala khayril anaami sayyadinaa muhammadin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’iyna amma ba’du.

Baca juga beritaku: Kenakalan Remaja, Batasan Umur, Dan 6 Contoh Pidato Singkat

Adik-adikku pelajar semua.

Imam syafii pernah berkata bahwa barang siapa yang tak kuat menahan letihnya menuntut ilmu, maka ia harus tahan menahan pedihnya kebodohan. Menuntut ilmu itu wajib bagi seorang muslim. Bahkan sampai ada pepatah yang mengatakan tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.

Ketika wahyu pertama kali turun, ayat yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW adalah “bacalah”.

Pidato tentang Ilmu
Pidato tentang Ilmu Dan Pengetahuan (Pixabay)

Begitu pentingya membaca. Sampai-sampai perintah pertama dari Allah untuk manusia dalam Al-Quran adalah menuntut ilmu.

Saat ini, kalian begitu mudah untuk mengakses ilmu. Jika hari ini masih ada yang mengatakan kesulitan untuk mencari sesuatu maka ia belum bersungguh-sungguh mencarinya.

Tinggal buka gadget atau smartphone kita sudah mendapat semua informasi yang kita cari.

Ilmu Bagaikan Ruh

Ilmu itu bagaikan ruh. Ia bagaikan cahaya yang Allah titipkan kepada kita. Cahaya itu akan menerangi kita dan mengusir segala kegelapan di dalam diri.

Tugas kita adalah menyimpannya dan menyebarkan manfaat dari ilmu yang kita dapatkan. Kita bisa mempelajari sesuatu, tapi agar bisa memahaminya, Allah lah yang memudahkannya.

Itu sebabnya ilmu adalah amanah. Untuk bisa menerima amanah itu, kita perlu membersihkan hati kita.

Meluruskan niat kita dalam mencari ilmu sehingga Allah mudahkan kita mendapatkannya.

Ilmu itu akan memperbaiki akhlak kita. Kadang-kadang orang melakukan kesalahan adalah karena ia tak tau.

Ia tak berilmu sehingga tak mampu untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk. Seseorang yang berilmu maka ia akan senantiasa berbuat bijak karena ilmunya.

Ia akan berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu. Allah akan memuliakan seseorang karena ilmunya. Itulah motivasi kita agar kita terus menuntut ilmu berapapun usianya.

Sedikit yang bisa sampaikan. Semoga kita termasuk orang-orang yang Allah titipkan ilmuNya. Semoga dengan ilmu itu bisa membuat kita menjadi seorang yang bijaksana.

akhiru kallam, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh.

Demikian beberapa contoh dakwah (pidato, ceramah dan sambutan) dari pembukaan hingga penutup dalam beberapa judul: Sabar, Ikhlas, Sedekah dan Ilmu. Semoga memberikan manfaat.

Sumber: Sukasuka, Muslim.or.id, Santripedia, Akurat, Agamkab, Baznas

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *