perbedaan khutbah tabligh

Perbedaan Khutbah Tabligh dan Dakwah

Diposting pada

Perbedaan khutbah dan tabligh terletak pada waktu dan tempat penyampaian. Masih ada pula dakwah yang memiliki kemiripan kepada keduanya. Selain perbedaan, ketiganya memiliki dasar hadist/ayat tersendiri.

Beritaku.Id-Komunikasi. Menyampaikan ajaran agama memang memerlukan metode komunikasi yang baik. Tujuannya agar ilmu yang tersampaikan tidak menyimpang. Semua itu harus sesuai dengan Al Qur’an dan hadist.

Oleh Tika (Penulis komunikasi)

Definisi Khutbah Tabligh

perbedaan khutbah tabligh
Hadist mengenai khutbah (detik.news.com)

Khutbah adalah sebuah kegiatan untuk mengajak orang lain agar menjado semakin bertakwa. Isi dari khutbah meliputi nasihat-nasihat. Berasal dari kata Khataba, khutbatan, takhtubu, artinya adalah ceramah atau pidato.

Contohnya adalah khutbah Jumat. Semuanya terikat oleh hukum dan rukun. Orang yang menyampaikan khutbah mendapat sebutan sebagai khotib.

Adapun beberapa contoh khutbah dalam Islam selain khutbah Jumat adalah Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha, Khutbah saat meminta hujan, khutbah wukuf di Arafah, dan Khutbah nikah.

Apabila terdapat satu rukun yang tidak dilakukan, maka khutbah menjadi tidak sah.

Sedangkan tabligh dalam bahasa Arab adalah menyampaikan. Pengertian ini kemudian berkembang menjadi penyampaian kebenaran mengenai agama berdasarkan Al Qur’an dan hadist.

Tabligh sendiri merupakan bagian dari dakwah. Penyampaian ajaran dalam tabligh haruslah tidak menggurui dan lenih sopan. Tujuannya agar lebih mudah diterima di masyarakat.

Berasal dari kata Ballagha, Tablighon, yuballigh. Artinya menyampaikan ajaran secara lisan maupun tulisan. Orang yang menyampaikan tabligh disebut Mubaligh.

Syarat Dalam Khutbah Tabligh

perbedaan khutbah tabligh
Contoh Tabligh (islamnews.com)

Khutbah harus memenuhi rukun. Salah satunya adalah mau’idzoh atau pembelajaran, tausiyah yaitu nasihat, dan tadzkiroh atau peringatan.

Materi dalam khutbah sebisa mungkin tidak menimbulkan kontroversi. Salah satu contoh syarat Khutbah Jumat adalah:

  1. Diselenggarakan setelah memasuki waktu zuhur
  2. khotib berdiri jika mampu dan duduk sebentar antara dua khutbah
  3. Seorang Khotib menutup aurat
  4. Bagi Khotib harus bersih dari hadast dan najis
  5. Suara khotib hendaklah dapat terdengar oleh jamaah
  6. Tertib

Rukun khutbah antara lain membaca pujian kepada Allah seperti Alhamdulillah. Membaca syahadat dan shalawat atas nabi. Membaca salah satu ayat dalam Al Qur’an dan menjelaskan mengenai takwa.

Pada khutbah kedua mendoakan kaum muslimin.

Adapun sunnah dalam khutbah adalah menyampaikannya di tempat yang lebih tinggi, menyampaiakn dengan kalimat yang jelas, menghadap ke arah jamaah, memberi salam sebelum memulai, dan duduk sebentar sebelum memulai khutbah. Membaca surah Al Ikhlas antara dua khutbah, dan menertibkan tiga rukun khutbah.

Adapun syarat dalam tabligh adalah:

  1. Bagi mubaligh, ia hendaknya orang yang sudah baligh.
  2. Beragama Islam, dan mendalami ajaran Islam.
  3. Adapun tata cara tabligh adalah menggunakan bahasa yang sopan, tidak kasar, menyampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti,
  4. Materi dakwah harus kuat dalil dan hukumnya dan tidak menghasut.

Waktu pelaksanaan tabligh adalah

Kegiatan Tabligh (mmc.kalteng.com)

Perbedaan khutbah berbentuk tabligh juga terdapat dari waktu penyampaian. Khutbah biasanya saat sebelum sholat Jumat, sholat idul fitri dan idul adha, serta sholat isti’lal, dan sebelum pernikahan. Sedangkan tabligh sewaktu-waktu.

maksud dari sewaktu-waktu adalah ketika adanya pengajian atau peringatan hari besar Islam. Contohnya adalah saat Maulid Nabi Muhammad SAW dan saat Isra’ Mi’raj.

Tidak menutup kemungkinan pula terlaksana saat bulan ramadhan di waktu Nuzulul Qur’an.

Siapa saja yang bisa menghadiri acara Tabligh? Hampir semua elemen masyarakat muslim dapat menghadirinya karena bersifat terbuka.

Mubaligh dapat menyampaikan materi secara lisan dan tulisan serta membuka forum diskusi bersama jamaah. Tabligh juga tidak terikat dengan rukun sehingga tidak terkait dengan sah atau tidaknya sebuah penyampaian.

Arti Dakwah

Dakwah (muslim.or)

Dalam bahasa Arab, dakwah artinya memanggil, menyeru, dan mengajak. Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mengajak umat muslim beribadah sesuai perintah Allah.

Cara untuk berdakwah cukup beragam mulai dari lisan, tulisan, hingga memberi contoh yang baik. Orang yang menyampaikan dakwah disebut Da’i.

Ciri-ciri Dakwah

Dakwah merupakan ujung tonggak perjuangan Islam. Adapun tujuannya adalah untuk mengeakkan Agama Allah dan membawa umat manusia ke jalan yang benar.

Amar Ma’ruf Nahi Munkar, demikian tujuan dakwah secara nyata. Sebagai kaderisasi agama Islam, dakwah hadir menjadi penyejuk rohani bagi umat muslim.

Dakwah juga merupakan kekuatan dan kesatuan dalam Islam. Demi mempertahankan esensi dan tujuan-tujuan tersebut,, maka dakwah haruslah mengandung unsur-unsur yang tidak bertentangan dalam Islam. Apa sajakah itu?

  1. pertama, dakwah haruslah menggunakan bahasa kaum setempat. Untuk dapat diterima dengan mudah, menggunakan bahasa setempat menjadi pilihan yang tepat.
  2. Kedua, tidak sembarangan menjudge. Sebaiknya dalam dakwah tidak menyebarkan isu-isu yang menimbulkan polemik.
  3. Ketiga, dapat menggugah jiwa dan hati. Dakwah bertujuan untuk mengajak ke arah kebenaran. Itulah pentingnya membangun kesadaran dari waktu ke waktu kepada jamaah.
    HarDalah agar setelah dakwah selesai, jamaah dapat mempraktikkan isi dakwah dalam kehidupan sehari-hari.
    Dan bagi jamaah yang mengalami penurunan semangat dalam beribadah menjadi semangat kembali.
  4. Keempat, berlandaskan pada sunber yang akurat. Tidak diperkenankan mengambil hadist-hadist palsu yang membuat pro dan kontra dalam dakwah. Sebaiknya menggunakan sumber Al Quran dan hadist sahih.
  5. Kelima, mengikuti perkembangan jaman. Agar tidak membosankan, sebaiknya dakwah juga menyesuaikan dengan kecanggihan teknologi serta kasus yang sedang marak.

Syarat Dan Ketentuan Dakwah

Dalam penyampaiannya, dakwah haruslah lugas dan tegas. Berisi ajaran yang baik dan tanpa kekerasan.

Sedangkan bagi dai yang melaksanakan, beliau sebaiknya memiliki perangai yang bijaksana. Memberikan contoh yang baik dan tidak menutup kemungkinan saling mendengarkan pendapat orang lain.

Bagi seorang dai, mereka haruslah:

  1. Baligh,
  2. Beragama islam, dan
  3. Memahami ilmu agama.

Perbedaan Dan Persamaan Khutbah, Tabligh Dan Dakwah

Khutbah, tabligh, dan dakwah sama-sama memiliki tujuan untuk mengajak umat muslim menuju kebenaran.

Pada hakikatnya, ketiganya adalah sebuah harmoni untuk menambah keimanan dan menyadarkan kekeliruan terhadap pandangan umat akan Islam.

Bagi orang yang melakukan ketiga hal tersebut, syaratnya sama yaitu beragama islam, baligh, berakal sehat, dan memiliki pengetahuan mengenai ilmu agama Islam. Dapat dikatakan pemahaman mereka haruslah cukup mumpuni.

Dakwah memang lebih luas maknanya dari tabligh dan khutbah. Ia dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan. Sedangkan perbedaan dari ketiganya adalah:

  1. Orang yang melakukan dakwah adalah dai, orang yang melakukan tabligh adalah mubaligh, dan yang melakukan khutbah adalah khatib.
  2. Dakwah tidak terikat dengan rukun begitu pula dengan tabligh. Akan tetapi, khutbah terikat dengan rukun. Bilamana satu rukun tertinggal maka khutbah menjadi tidak sah.
  3. Waktu pelaksanaan khutbah adalah saat sholat Jumat, sholat Idul Fitri dan idul Adha, sebelum menikah, dan saat solat meminta hujan.

Sedangkan tabligh dilakukan saat perayaan hari besar islam seperti Maulid Nabi, Isra’Mi’raj, dan lainnya. Adapun dakwah dapat dilakuakn kapan saja.

Ayat atau Hadist Tentang Khutbah Tabligh dan Dakwah

Sebuah kegiatan dalam Islam tak lepas dari pedoman dan tuntunan Al Qur’an. Begitu pula dengan tabligh, dakwah, dan khotbah.

Beberapa ayat dan hadist mengatur mengenai hal tersebut. Antara lain:

Waltakummingkum ummatuyyad’uuna ilal khairi wa yaamuruuna bilma ‘ruufi wa yanhawna ‘anil mungkar. Wa ulaaa ika humul muflihuun.

Maksud dari ayat tersebut adalah sebaiknya ada diantara kita yang menyeru pada kebajikan. Jika ada orang seeperti itu maka kita adalah golongan yang beruntung.

Menyeru pada kebajikan maksudnya adalah amar makruf nahi munkar. (QS. Ali Imran: 104).

Ayat lainnya adalah dalam surah Al Qasas ayat 87 yang artinya adalah:

Jangan sampai ada segolongan yang menghalangi Muhammad untuk menyampaikan ayat-ayat Allah. Setela ayat-ayat itu turun padamu. Serta berdakwahlah kepada manusia supaya mereka beriman kepada Tuhanmu.

Janganlah Menjadi orang yang musyrik.

Sementara itu mengenai anjuran tablig terdapat dalam Ayat Allah surah Al-Ahzab ayat 39.

“[adalah] orang-orang yang menyampaikan ajaran-ajaran Allah [atau tabligh]. Mereka takut kepada-Allah dan mereka tidak merasa takut kepada siapa pun kecuali Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Maha pembuat perhitungan,” 

Hadist Mengenai Dakwah, Khutbah, dan Tabligh

Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat. Kita tentu telah tidak asing dengan sebuah hadist tersebut.

Begitu banyak hadist yang menganjurkan untuk berdakwah.

Bagi pendakwah, Allah memberi mereka banyak keutamaan. Pertama, mereka mendapat pahala yang berlipat ganda.

Demi Allah, Allah SWT benar-benar memberikan hidayah kepada seseorang melalui (dakwah)-mu,

Oleh sebab itulah, itu lebih baik bagimu daripada seekor unta merah. (HR Bukhari, Muslim, serta Ahmad).

Sebuah hadis lain menyebutkan kepada Ali, sungguh Allah memberikan hidayah Bagi seseorang melalui usaha kedua tangannya.

Maka itu lebih bagi Ali dari tempat dimana matahari terbit di situ. Maksud hadist itu adalah lebih baik dari dunia beserta isinya. (HR Hakim).

Kedua, semua makhluk akan mendoakan pendakwah.

Nabi SAW bersabda, bahwasannya Allah memberi banyak kebaikan yaitu melalui para malaikat-Nya, para penghuni langit dan bumi, hingga semut-semut di lubang Mereka Serta ikan-ikan di lautan akan selalu berdoa untuk orang-orang yang mengajarkan kebaikan bagi orang lain. (HR Tirmidzi).

Ketiga, Para pendakwah akan mendapatkan pahala yang terus mengalir.

“Siapapun yang mencontohkan perbuatan baik kemudian perbuatan itu menjadi contoh bagi orang lain, maka Malaikat akan mencatat untuknya pahala.

Pahala itu sama seperti pahala orang yang mencontohnya tanpa berkurang sedikit pun pahala Bagi mereka yang mencontohnya.

Dan siapapun yang mencontohkan perbuatan buruk, kemudian perbuatan itu dicontoh oleh orang lain, maka malaikat akan menulisKan dosa atasnya seperti dosa orang yang menirunya. Tentunya tanpa mengurangi dosa orang yang menirunya.” (HR Muslim).

Kesimpulan

Jadi apakah kesimpulan dari adanya dakwah, tabligh, dengan khutbah?

Ketiganya memiliki satu misi yang sama yaitu menyampaikan ajaran Islam. Orang yang menyampaikannya akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah. Bahkan jika sampai orang lain meniru apa yang telah disampaikan oleh orang yang berdakwah tersebut, maka keduanya memperoleh pahala yang sama.

Menegakkan Islam memang tidaklah selalu mudah. Sangat penting untuk bersikap sopan dalam menyampaikannya dan menyatu dengan masyarakat sekitar. Tidak boleh juga terlalu menggurui.

Semoga kita mendapatkan kemampuan untuk menyampaikan dakwah walau saty ayat dan termasuk golongan umat yang mendapat rahmat Allah di dunia dan akhirat. In syaa Allah.

Aamiin Yaa Robbal’aalamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *