Ramadhan

Ramadhan Dan 5 Keistimewaanya Serta Al-Waqiah Penangkal Kemiskinan

Diposting pada

Ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Di dalamnya terdapat 5 keistimewaan yang memacu ummat untuk berlomba dalam kebaikan. Lalu apakah khasiat membaca surat Al-Waqiah di bulan suci ini? Apakah dapat menangkal kemiskinan dan kefakiran?

Oleh: Riska Putri (Penulis Berita Islami)

Mentari perlahan beranjak, membawa serta serat keemasannya kembali ke peraduan. Hari segera berganti, Iftar terakhir di bulan Romadhan segera di hidangkan.

Segenap ummat muslim merasakan gejolak dalam dada. Menyambut datangnya hari kemenangan yang sudah di depan mata. Lantunan adzan berkumandang, maghrib terakhir di bulan Romadhan telah datang.

Tabuhan bedug syahdu berpadu dengan untaian takbir. Secercah rasa rindu terselip malu di sela kegembiraan. Rasa rindu akan Romadhan yang baru saja berlalu, yang selalu di nantikan kedatangannya setiap tahun.

Hari berganti, kerinduan itu semakin kuat. Tak lagi malu-malu, namun lantang menyuarakan dahaga akan cahaya rahmat yang begitu luar biasa. Tanpa terasa, satu tahun hampir berlalu.

Bulan yang di rindukan segera berkunjung, melepas kerinduan umat akan nafas rohani yang begitu erat mendekap. Gairah bergejolak, rasa tidak sabar menyambut kedatangan Ramadhan semakin membuncah.

Sebelum bersua kembali dengan Ramadhan, hendaknya segenap ummat muslim memahami keutamaan atau fadhillah dari bulan Ramadhan itu sendiri. Berikut ulasannya.

Baca Juga Beritaku: 9 Kualifikasi Seorang Pendakwah Dengan Ceramah Singkat Ramadhan

Ramadhan: Bulan Penuh Rahmat

Dalam hadits riwayat Ibnu Huzaimah, dari Salman Al-Farisi, Rasulullah SAW bersabda “Bulan Ramadhan itu adalah bulan yang awalnya penuh dengan rahmat. Di pertengahannya penuh dengan ampunan. Dan di ujungnya pembebasan dari azab neraka”.

Selama sepuluh hari pertama bulan Romadhan, Allah SWT menurunkan rahmat, kasih sayang, dan cinta-Nya pada segenap insan manusia. Di pertengahan bulan Ramadhan, selama sepuluh hari kedua, Allah SWT menyelimuti dunia dengan maghfirah dan ampunan-Nya. Sementara di penghujung Ramadhon, selama sepuluh hari terakhir Allah SWT memberikan kesempatan bagi ummat Islam untuk terbebas dari panasnya api neraka.

Setiap tahun, para ulama senantiasa menyuarakan hal tersebut. Tak pernah bosan, mengumandangkan dakwah sebagai penyemangat bagi ummat untuk beramal saleh. Tanpa lelah mendorong ummat untuk meningkatkan derajat ketaqwaannya.

Sejatinya hal tersebut bukanlah sesuatu yang eksotis, karena selama satu bulan penuh, dunia ini di hujani rahmat-Nya yang sungguh luar biasa. Di bandingkan dengan bulan-bulan lainnya, bulan Ramadhan memiliki keutamaan khusus, di antaranya:

Ramadhan Sebagai Bulan turunnya Al-Qur’an

Pada tanggal 17 Ramadhan, Rasulullah SAW menerima mukjizat berupa ayat pertama Al-Qur’an. Saat itu Rasulullah SAW tengah berkhalawat di gua Hira, Jabal Nur, yang berjarak kurang lebih 6 kilometer dari Mekkah.

Melalui perantaraan malaikat Jibril, surat Al-Alaq ayat 1-5 di sampaikan kepada Rasulullah SAW. Tanggal turunnya ayat pertama Al-Qur’an ini di kenal dengan sebutan Nuzulul Qur’an.

Di turunkannya Al-Qur’an pada bulan Ramadhan menjadi bukti nyata kemuliaan dan keutamaan bulan Romadhan. Allah SWT berfirman “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya di turunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil).” (QS. Al-Baqarah: 185).

Romadhan yang seringkali di sebut sebagai bulan suci, juga di juluki dengan nama Syahrul Qur’an, yang memiliki arti “bulan Al-Qur’an”.

Ramadhan Sebagai Bulan Penuh Keberkahan

Di riwayatkan dalam hadits Ahmad, An-Nasa’i, dan Al-Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda “Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini di wajibkan puasa kepada kalian”.

Selain di sebut Syahrul Qur’an, bulan Ramadhan juga di juluki sebagai Syahrun Mubarak. Hal ini karena pada bulan Ramadhon, Allah SWT menurunkan rahmat serta hidayah sebanyak-banyaknya. Pintu padahal di buka selebar-lebarnya, serta segenap ibadah dan amal saleh di lipatgandakan pahalanya.

Bagaikan ladang yang buahnya bisa dipanen siapa saja secara bebas, Ramadhon menyediakan kesempatan yang teramat besar bagi ummat Islam mendulang pahala. Lebih dari itu, Ramadhon juga membawa keberkahan pada berbagai segi kehidupan manusia.

Contohnya, di wajibkannya berpuasa menjadi iktiar dalam meningkatkan kesehatan dan keseimbangan pola kehidupan. Jika di tinjau dari aspek ekonomi, bulan Ramadhan membawa keberkahan bagi para pedagang, terutama pedagang makanan.

Ummat muslim juga berlomba-lomba bersedekah pada bulan Ramadhon, yang membawa keberkahan tersendiri bagi fakir miskin. Zakat Fitrah yang merupakan kewajiban bagi mereka yang mampu, juga menjadi bantuan bagi mereka yang lemah secara ekonomi.

Baca Juga Beritaku: Ceramah Ramadhan, 6 Bentuk Dan Tata Cara Singkat

Malam Lailatul Qadar

Ramadhan
Malam Lailatu Qadar

Nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Romadhan di peringati sebagai hari turunnya ayat pertama Al-Qur’an. Namun, Al-Qur’an sesungguhnya tidak di turunkan sekaligus, melainkan secara berangsur-angsur.

Dalilnya dapat di lihat pada QS. Al-Isra’ ayat 106, yang berbunyi “Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia, dan Kami menurunkannya bagian demi bagian”.

Turunnya Al-Qur’an dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia), merupakan bagian dari Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar, yang kerap di sebut “malam seribu bulan”, terjadi pada malam-malam terakhir di bulan Ramadhan.

Allah SWT berfirman yang artinya “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr:1-3).

Pada malam Lailatul Qadar, keberkahan di turunkan secara deras, dan di percaya bahwa setiap doa yang di panjatkan pada malam ini, niscaya akan di ijabah oleh Allah SWT.

Bulan Pengampunan Dosa

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa yang berpuasa dan melakukan qiyam Ramadhan (shalat malam) dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya di ampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.

Melalui limpahan maghfirah-Nya, Allah SWT menyediakan Romadhan sebagai fasilitas penghapus dosa-dosa ummat manusia. Berbagai ibadah dan amal saleh yang di lakukan selama bulan Ramadhon, bukan hanya di ganjar pahala, tapi juga menjadi amalan penghapus dosa yang telah lalu.

Maka dari itu, manfaatkan Romadhan sebaik-baiknya, agar kita menjadi golongan yang di rahmati Allah SWT dan di izinkan mencium bau surga-Nya.

Pintu Surga Di buka, Pintu Neraka Di tutup

Kemuliaan bulan Romadhan lainnya, adalah di bukanya semua pintu surga, dan di tutupnya pintu-pintu neraka. Syaithan yang senantiasa menggoda manusia agar terjerumus dalam dosa, akan di ikat dan di bisukan racauan manis beracunnya.

Betapa besar keagungan Allah SWT, yang memberi kesempatan luar biasa untuk hamba-Nya untuk beribadah dan beramal saleh, mempersilakan kita untuk menggapai surga-Nya, dengan lebih mudah selama bulan Ramadhan.

Baca Juga Beritaku:Daftar Judul Ceramah Ramadhan: List, Struktur Judul, Syarat Pembuatan

Surat Al-Waqiah sebagai Surat Anti Kemiskinan, Kenapa?

Ramadhan
Khasiat Membaca Surat Al-Waqiah

Nabi Muhammad SAW, dalam kapasitasnya sebagai salah satu rasul bertugas menyampaikan risalah dari Allah Azza wa Jalla. Bertugas sebagai penghubung antara Lauhul Mahfudz dengan Baitul Izzah, beliau juga di utus membacakan ayat-ayat Al-Qur’an serta menerangkan maksud dan kandungan kitab-Nya kepada manusia.

Sebagai seorang nabi, Rasulullah SAW juga mengajari ummatnya Al-Hikmah (sunnah). Para sahabatnya menjadi sosok yang pertama kali tersentuh pengetahuan mengenai sunnah, serta bertugas menyampaikannya kepada ummat setelah mereka.

Sebagai sosok yang hidup berdampingan dengan beliau, para sahabat telah meneruskan berbagai sunnah yang di ajarkan Rasulullah SAW. Salah satunya, ajaran Rasulullah SAW untuk membaca surat Al-Waqiah untuk menghindari kesulitan ekonomi.

Dalam Tafsir Ibn Katsir, Imam Ibn Katsir berkisah:

Di riwayatkan dari Abi Dhabyah bahwa ia berkata, ‘Abdullah ibn Mas’ud mengalami sakit yang kemudian menghantarkannya pada kematian.’ Utsman ibn Affan kemudian menjenguknya.

Ia lalu bertanya: ‘Apa yang engkau keluhkan?’

‘Dosa-dosaku’ jawab Abdullah.

‘Lalu apakah yang engkau inginkan?’ tanya Utsman.

‘Rahmat Tuhanku’ jawab Abdullah.

‘Apa aku perlu menyuruh dokter untukmu?’

‘Dokter membuatku sakit.’

‘Apa aku perlu mengumpulkan sumbangan untukmu?’

‘Aku tidak butuh.’

‘Bisa untuk anak-anak perempuanmu, sepeninggalmu.’

‘Apa engkau khawatir anak-anak perempuanku mengalami kefakiran? Aku memerintahkan anak-anak perempuanku agar mereka membaca surat Al-Waqiah setiap malam. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka ia tidak akan mengalami kesulitan selamanya.’ kata Abdullah”.

Kisah Sahabat Rasulullah Tentang Keutamaan Surat Al-Waqiah

Selain kisah di atas, sahabat Rasulullah SAW lainnya yang bernama Anas, turut meriwayatkan tentang keutamaan surat Al-Waqiah. Hal tersebut dapat di temukan dalam Ad-Durrul Mantsur yang di tulis oleh Imam As-Suyuthi.

Di riwayatkan, Rasulullah SAW bersabda “Surat Al-Waqiah adalah surat yang membuatku kaya. Maka bacalah ia dan ajarkanlah kepada anak-anak kalian”.

Selain itu, Rasulullah SAW juga menyampaikan sabda lainnya, yang berbunyi “Ajarkanlah surat Al-Waqiah pada perempuan-perempuan kalian. Sesungguhnya surat Al-Waqiah adalah surat yang membuat kaya”.

Jika di ajarkan langsung oleh Rasulullah SAW, masihkan tersisa keraguan mengenai keajaiban surat Al-Waqiah untuk menjauhkan kemiskinan? Sesungguhnya tak ada kata-kata atau perbuatan sia-sia, jika hal tersebut datang dari kekasih Allah SWT.

Namun perlu di perhatikan, meskipun bisa memperlancar rezeki, sebagai seorang muslim selayaknya kita tidak membaca surat Al-Waqiah demi memperoleh harta benda duniawi semata.

Jika di lakukan saat mengalami kesulitan hidup, niatkan hanya untuk melaksanakan anjuran Rasulullah SAW semata. Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari, alangkah lebih baik jika kita mendaras surat Al-Waqiah dengan niat agar di beri kelancaran rezeki, sehingga kita lebih leluasa beribadah kepada Allah SWT.

Khasiat Membaca Surat Al-Waqiah di Bulan Ramadhan

Sama seperti ibadah-ibadah lainnya, mendaras surat Al-Waqiah di bulan Romadhan akan mengamplifikasi khasiatnya berkali-kali lipat. Jika pada bulan-bulan biasa saja kemustajaban surat Al-Waqiah sudah tidak perlu di ragukan lagi, maka silakan bayangkan efeknya saat didaras pada bulan Ramadhon.

Surat Al-Waqiah sendiri bercerita tentang bagaimana hari kiamat akan terjadi, serta balasan bagi orang mukmin dan orang kafir. Selain itu, tertulis pula keterangan mengenai penciptaan manusia, api dan segala jenis tumbuhan, sekaligus kekuasaan Allah SWT serta akan adanya hari kebangkitan setelah kiamat.

Di kenal sebagai surat yang mustajab mengatasi kesulitan ekonomi, surat Al-Waqiah sejatinya memiliki banyak fadhilah, sebagaimana berikut:

  1. Di jauhkan dari kemiskinan
  2. Memperoleh kekayaan berlimpah
  3. Ditunaikan hajat yang berhubungan dengan rezeki
  4. Di jadikan hartawan dan dermawan
  5. Di limpahkan rezeki
  6. Mempermudah roh keluar dari jasad
  7. Diringankan sakitnya
  8. Di permudah melahirkan
  9. Di jauhkan dari kefakiran
  10. Pelindung diri dari kemudharatan dunia
  11. Di berikan kesenangan dan kemudahan
  12. Mendapatkan sepuluh pahala
  13. Tidak akan di timpak kekafiran
  14. Merupakan surat kekayaan
  15. Mendapatkaan syafaat di hari kiamat
  16. Mendapatkan ketenangan jiwa dan raga
  17. Mengajarkan tauhid

Sebagai tambahan, agar doa yang kita panjatkan lebih mustajab dan diganjar pahala berlimpah, ada baiknya menyertai bacaan surat Al-Waqiah dengan membacakan shalawat nabi, dzikir, dan istighfar.

Dzikir dan shalawat nabi sejatinya merupakan senjata terampuh untuk merayu Allah SWT. Membaca dzikir dan shalawat nabi dengan hati ikhlas, berlapang dada merendahkan diri di hadapan-Nya, sesungguhnya sangat disukai oleh Allah SWT.

Lantas bagaimana jika doa tak kunjung diijabah? Pertama, saat dilakukan di bulan-bulan biasa, kita mendapat pahala dari doa-doa yang kita panjatkan. Bayangkan seberapa banyak pahala yang kita dapatkan sebagai ganjaran dari doa di bulan Ramadhan.

Kedua, saat mendengar nyanyian yang indah, kita tentu akan terus menerus mendengarkannya. Mungkin saja Allah SWT sangat menyukai doa-doa kita, sehingga Ia menunda mengijabahnya, sebab Ia tak ingin kita tak lagi berdoa jika doa tersebut diijabah sekarang. Wallahualam Bissawab.

Daftar Pustaka

  1. Effendi, Nury. 2020. Keutamaan Bulan Ramadhan. Jatinangor: Universitas Padjadjaran. Diakses pada 03 Februari 2021.
  2. Redaksi Kompas. 2020. Mengenal Pengertian dan Apa Itu Nuzulul Qur’an. Jakarta: PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). Diakses pada 03 Februari 2021.
  3. Nasif, Mohammad. 2020. Untuk Menghindari Kesulitan Ekonomi, Sahabat Nabi Membaca Surat Al-Waqiah. Alif.ID. Diakses pada 03 Februari 2021.
  4. Redaksi Dalamislam. 2020. 17 Fadhilah Surat Al-Waqiah Agar Rezeki Berlimpah. Dalamislam.com. Diakses pada 03 Februari 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *