Tentang Ibu, Contoh Ceramah Singkat Yang Menyentuh Hati
Tentang Ibu, menjadi salah satu Isi Ceramah Singkat (Foto: Islampos.com)
Tentang Ibu, Contoh Ceramah Singkat Yang Menyentuh Hati

Tentang Kedua Orang tua, Yakni Ibu dan Ayah merupakan kedua insan yang memiliki jasa besar kepada siapapun manusia pada Bumi ini.

Beritaku.Id, Komunikasi dan Organisasi – Tidak ada satupun manusia pada bumi Allah. Kecuali Nabi Adam Alaihissalam, St Hawa dan Nabi Isa AS yang tidak memiliki ayah bunda (lengkap).

Kedua orangtua, adalah sosok insan yang memberikan kontribusi besar dalam kehidupan pada dunia ini. Terutama ibunda yang mulai dalam kandungan telah memberikan pengorbanan luar biasa. Bahkan bertaruh nyawa demi melindungi anak-anaknya.

Berawal saat ia mengandung, dengan kondisi kandungan yang semakin membesar, mereka tidak mengeluh sedikitpun. Bahkan ketika hendak melahirkan, dengan rasa dan keyakinan kuat, melawan dengan sabar saat sakit.

Sehingga dalam berbagai kegiatan lomba ceramah maupun pidato biasanya tema tentang Ibu menjadi sebuah tema menarik bagi banyak orang.

Contoh Ceramah Singkat Tentang Ibu

Berikut ini terdapat beberapa contoh ceramah yang memiliki tema tentang bunda, yakni.

#1. Berbakti Kepada Orangtua

Assalamu Alaikum War. Wab.

Bapak Ibu yang kami hormati,
Para hadirin yang kami muliakan.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ

Bacaan, Alhamdulillaahil ladzii kaana bi’ibadihi khabiiran bashiraa, tabaarokal ladzii ja’ala fis samaa’i buruujaw waja’ala fiihaa sirojaw waqomarom miniira. Asyhadu an-laa ilaa ha-illallah, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuluh, alladzii ba’atsahu bil haq basyiiraw wanadziiroo. Wa da’iyan ilal haqqi bi’idznihi wa sirojam muniiraa. Allahumma shalli ‘alaihi wa’alaa alihi wa shohbihi wa sallim tasliman katsiroo. Amma ba’du. (Sumber: Pendidik.co.id)

Izinkan kami mengajak para hadirin, untuk sekalian yang hadir pada kesempatan ini untuk mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Sebagai pemilik semesta alam, pengendali timur dan barat, utara hingga selatan. Yang maha mengatur segala keteraturan serta yang tidak beraturan pada bumi dan langit.

Allah yang maha mengetahui segala bentuk yang terjadi pada muka bumi, jangankan gunung yang menggelegar meletus, semut yang bersembunyi pada akar pohonpun tidak luput dari penglihatanNya sebahai Dzat yang Maha Melihat.

Melalui ini pula mengirimkan salam dan Taslim kepada junjungan besar kita sebagai umat Islam, Nabi Muhammad SAW. Beliaulah Nabi dan Rasul tauladan tidak hanya pada manusia biasa, namun juga menjadi pemimpin bagi seluruh Nabi dan Rasul.

Yang mulia tidak hanya pada mata manusia tapi juga termuliakan oleh zat bumi, air dan udara serta langit.

Pada Kesempatan ini, izinkan pula kami membawakan sebuah ceramah islami dengan judul.

Bakti Kepada Ayah dan Bunda

Tahukah kita semua, bahwa pada awal penciptaan kita, konsepsi pada umur beberapa minggu kemudian. Karena kebutuhan kita maka ibunda yang melahirkan kita ngidam.

Tidak menjadi kebiasaannya untuk memakan makanan tertentu, siang maupun tengah malam. Karena kebutuhan kita. Selanjutnya pada usia kandungan mulai membesar. Tidur menjadi tidak nyaman. Hampir seluruh aktifitasnya tidak menyenangkan buatnya.

Mendekati hari untuk melahirkan kita, perasaan tidak nyaman itu menyelimutinya hampir setiap waktu. Namun cinta dan kasih sayang membuatnya tetap tegar. Dan kuat untuk mempersembahkan yang terbaik.

Hingga melahirkan kita, kedunia ini. Juga bukanlah pengorbanan yang kecil, sebab pertaruhan nyawa juga sering terjadi pada fase itu.

Selanjutnya masa bayi merupakan masa yang meningkatkan rasa waspadanya dan menjadikannya hampir tidak pernah tidur.

Kondisi ini terus berlanjut menjadi sebuah perhatian besar kepada anaknya (kita semua ini). Dan mereka melakukan dengan ketulusan dan kemurnian kasih sayang.

Bahkan mereka tidak pernah berharap untuk berbalas, sebab semua yang mereka lakukan adalah perwujudan totalitas untuk anak-anaknya.

Nah kita sampai disini, menjadi seorang insan yang memiliki kewajiban berbakti kepadanya. Dengan memberinya perhatian. Dan membalasa kebaikan-kebaikannya yang pernah ia tanam.

Menjaga airmatanya dan menjaga agar dirinya tidak sedih apalagi durhaka kepadanya. Sebab murka seorang ibu adalah murka Allah SWT, oleh karena itu berbakti merupakan suatu keharusan yang tidak harus menjadi perdebatan.

Para Hadirin Yang Kami Muliakan

Perlihatkan kerutan pada wajahnya, makin hari kerutan itu makin jelas, perhatikan rambut dikepalanya yang telah memutih. Tenaganya tidak lagi sekuat dulu.

Dalam hitungan umur, makin hari ia semakin mendekati ajal, sehingga hal ini mengarahkan kita untuk waspada dan menjaga lisan dan prilaku. Sebelum terlambat.

Demikian ceramah singkat ini, semoga kita semua mendapat lindungan Allah SWT.
Wassalamu Alaikum War. Wab.

Baca Beritaku Yang Lain: Strategi Komunikasi Rasulullah Nabi Muhammad SAW Yang Akurat

Tinggalkan Balasan