Pidato memiliki teknik dan hal lain yang bisa dibahas lebih dalam
Teknik Pidato (Foto: bola.com)

Tema Pidato: Pengertian, Perbedaan Hingga Contohnya

Diposting pada

Tema pidato, adalah cara untuk mengeluarkan pemikiran seseorang kepada khalayak umum, guna mereka mendapatkan gambaran mengenai topik yang dibahas. Mulai dari pengertian hingga contohnya, begini jelasnya.

Beritaku.id – Organisasi dan Komunikasi_ Tuhan membedakan ummatnya dari ketakwaannya. Manusia membedakan sesamanya dari pemikirannya. Itulah alasan Tuhan memberikan keunikan dari pola mencerna suatu hal di dunia. Sehingga mereka bisa menyebarkan, lewat balutan berbicara, layaknya dari pemimpin kepada rakyatnya.

Oleh: Ayu maesaroh (Penulis Organisasi dan Komunikasi)

Ada waktu yang mana kita biasanya dituntut untuk bisa mengatakan suat hal ke depan umum. Dengan tujuan agar nantinya mereka bisa mengerti apa yang kita maksud, atau bahkan mereka bisa mencerna semua yang kita katakan, lalu mereka aplukasikan dalam keseharian mereka.

Itulah mengapa sebuah pidato terbentuk, dengan berbagai tema yang ada, untuk mencapai tujuan yang sudah kita singgung tadi. Bahkan hal tersebut terbagi atas berbagai jenis, sesuai dengan tujuan yang mereka inginkan. Ada tema yang formal, dan non formal, dengan teknik masing-masing.

Maka, dalam artikel ini akan kupas tuntas mengenai apa itu tema pidato, dan berbagai hal yang berkaitan dengan pembahasan tersebut, secara mendalam, dan tuntas.

Bac ajuga beritaku: 5 Kelebihan Kekurangan Pidato Ekstemporan

Pengertian Tema Pidato

Contoh ekspresi dalam berpidato (Foto: jagoberpidato.my.id)

Untuk lebih dalam mengenai hal ini, ada baiknya kalian mengerti terlebih dahulu tentang, “pidato” itu sendiri. Merupakan salah satu cara menyampaikan suatu pikiran kepada orang banyak, dengan tujuan agar mereka paham dengan apa yang kita katakan, serta kita utarakan.

Pidato sendiri memiliki beberapa struktur, yang mana hal tersebut menjadi rule atau aturan paten dari pembuatannya, baik dari segi tema, isi, bahkan sampai ke penutup dan judulnya. Oleh karenanya dalam berpidato, sangat membutuhkan teks, yang mana nantinya akan membantu orang tersebut dalam menyampaikan pemikirannya di depan orang banyak.

Maka hal yang paling penting dalam pembuatan teksnya, adalah menentukan “tema”, yang mana menjadi salah satu pokok dasar pembuatan, serta menentukan arahnya akan kemana teks tersebut. Hal itu juga merujuk kepada sasaran yang akan menerima isinya.

Maka, layaknya sebuah pondasi rumah, yang mana harus kokoh agar bisa menopang begitu banyak dari berbagai bahan yang ada agar menjadi rumah yang sempurna. Tema pun demikian, harus kuat, jelas akan membahas topik apa, sehingga nantinya bisa sesuai dengan hasil dari ekspektasi yang ada. Yakni tepat sasaran audience.

Tapi, dalam pembuatannya, kadang tidak sedikit beberapa orang yang masih bingung membedakan tentang tema, deskripsi, serta judul dari teksnya. Ada yang bilang ketiga komponen itu hampir mirip, padahal sebenarnya jauh berbeda. Jadi, begini pembahasannya.

Baca juga beritaku: Pendahuluan Pidato Persuasif: 3 Struktur, Ciri, Pendekatan Dan Contoh

Perbedaaan Tema, Deskripsi dan Judul

Cara menentukan tema, deskripsi, dan judul (Foto: bola.com)

Ketika kita akan membuat sebuah tulisan tertentu, entah cerpen, novel, bahkan surat sekalipun, kita biasanya akan menentukan apa yang akan kita bahas, yang mana hal tersebut menjadi pondasi kita dalam mengembangkan pembahasan secara lebih dalam, dan detail.

Jika tidak begitu, maka semua pembicaraan biasanya akan keluar dari topik awal, hingga pada akhirnya memberikan pemahaman yang kadang bisa salah tanggapan dari orang lain. Maka itulah yang dinamakan dengan “tema”. Sebuah pondasi yang benar-benar harus ada, jelas, dan sesuai dengan target sasaran audience.

Meski demikian, sebuah “tema” tidak akan benar-benar bekerja dengan baik, jika kita tidak membedah dan menulis beberapa hal sebagai patokan nantinya jika kita lupa mengenai tema apa yang akan kita bahas nantinya. Hal ini juga sekaligus memberikan pemahaman yang singkat mengenai gambaran besar tentang tema yang akan kalian bahas.

Perbedaan Lainnya…

Lewat berbagai frasa, dan alenia, terbentuklah sebuah paragraf bernama “deskripsi”. Yang mana mereka memberikan gambaran secara garis besar mengenai apa yang akan kalian bahas nantinya dalam berpidato. Setelah itu, maka kalian harus menentukan nama yang menarik untuk tema dari pidato kalian.

Karena sesungguhnya, sebuah tema akan menjadi lebih menarik, jika teks tersebut memiliki nama. Sehingga nantinya akan memberikan dampak ketertarikan dari audience, untuk lebih banyak mendengar mengenai topik yang akan kalian sampaikan kepada mereka.

Dengan harapan nantinya merela (para audience) akan menerima berbagai hal positif setelah mereka memperhatikan berbagai penjelasan dari kalian, atas tema pidato yang kalian sampaikan kepada mereka. Nah, itulah yang dinamakan dengan “judul”.

Sebuah nama dengan tujuan agar mereka tertarik atas berbagai penjelasan yang akan kalian bahas dalam forum atau acara tertentu. Biasanya judul maksimal 6 kata sampai dengan 8 kata.

Jika sudah demikian, maka hal yang paling penting adalah, bagaimana caranya kita bisa mengembangkan sebuah tema menjadi sebuah judul? Ya, biasanya permasalahan itu akan muncul ketika kita sudah paham mengenai berbagai sub-sub yang akan tersampaikan kepada mereka, dan disaat itu juga, kita buntu ide tentang judul yang menarik.

Maka, begini jelasnya.

Cara Mengembangkan Tema Menjadi Judul

Cara mengembangkan tema (Foto: duniabelajar-1.blogspot.com)

Untuk langkah awalnya, kalian harus memahami terlebih dahulu siapa saja target audience yang akan kalian beri penjelasan mengenai pemikiran kalian lewat tema yang kalian usung. Jika sudah paham mengenai siapa yang akan kalian targetkan, maka saatnya membuat judul yang berpedoman dari tema yang sudah kalian buat.

Untuk pembuatan judul sendiri, kalian harus mengerti persyaratan yang ada mengenai bagaimana pembuatan judul yang baik, antara lain:

  • Judul harus original, dan tidak menjiplak bahkan mencontoh dari sumber manapun
  • Memberi dampak penasaran kepada audience
  • Tidak memakai judul yang terlalu panjang, apalagi terlalu pendek
  • Logis
  • Relevan dengan isi yang akan kalian sampaikan kepada audience kalian

Jika sudah paham mengenai hal tersebut, maka pahami tentang tema yang kalian buat, lalu kerangka yang sudah kalian buat juga. Meski hal demikian jarang yang menggunakan metode tersebut, namun nyatanya dari mereka bisa lebih mudah menentukan judul yang menarik, sesuai dengan persyaratan yang sudah kita singgung tadi.

Jika sudah membuat judul yang menarik, maka langkah selanjutnya adalah membuat kerangka yang sudah kita rancang sebelumnya, sesuai dengan tema yang kita angkat tadi. Maka, begini jelasnya.

Baca juga beritaku: Pembukaan Pidato Persuasif

Cara Mengembangkan Kerangka Pidato

Pidato memiliki kerangka yang berurutan sehingga bisa relefan dengan yang dibahas
Cara mengembangkan kerangka pidato (Foto: moondoggiesmusic.com)

Dalam teks jenis apapun, pasti ada yang namanya kerangka, yang mana memberikan pemahaman lebih, tentang tema yang akan kita sampaikan kepada audience. Hal tersebut juga berlaku dengan teks dari tema pidato, yang mana membutuhkan kerangka, agar nantinya bisa memberikan pemahaman yang sama, antara pemateri, dan audience.

Untuk kerangkanya sendiri, terdapat 3 bagian. Yakni pembuka, isi, serta penutup. Yang mana pembuatan ketiga kerangka tersebut, merujuk kepada tema yang kalian rancang sebelumnya. Maka, begini jelasnya.

Kerangka Pembuka

Dalam kerangka pembuka, kalian harus memilah mengenai isi dari bagian ini. Yang mana ada beberapa isinya, seperti salam, serta sambutan-sambutan. Untuk salam, kalian harus bersikap sopan, sesuai dengan adat yang ada dalam masyarakat tersebut.

Juga memberikan salam sesuai dengan agama yang audience anut. Seperti misalnya mengucapkan assalamualaikum untuk mereka yang menganut agama Islam, dan sebagainya. Lalu memberikan sambutan, yang mana sesuai dengan pangkat dari jajaran pengurus setempat di wilayah yang kalian jadikan tempat untuk berpidato.

Mulai dari pangkat yang tertinggi, hingga para jajaran yang ada pada lembaga kepemerintahan, organisasi, dan sebagainya. Hingga panitia yang menyelenggarakan acara tersebut.

Kerangka Isi

Dalam kerangka isi, terdapat berbagai hal, yang mana merujuk kepada tema yang kalian angkat. Dan ini merupakan hal penting, yang mana menjadi bagian kalian dalam menyampaikan pemikiran kalian tentang sebuah tema yang kalian rancang.

Oleh karena itu, harus sesuai, relevan, antara tema dan isi. Bila perlu, kalian bisa menambahkan riset dari berbagai penelitian yang ada. Sehingga trust yang kalian bangun tentang tema yang kalian angkat, bisa lebih cepat mereka terima, dan mereka akan menganggap bahwa kalian tidak main-main dalam menyampaikan sebuah informasi kepada mereka.

Sehingga mereka bisa lebih menerima untuk menyerap semua informasi yang kalian berikan. Dan hal tersebut akan berimbas kepada tujuan awal, yakni mereka bisa mengambil hal-hal baik dari apa yang kalian jelaskan, dan mereka aplikasikan dalam keseharian mereka. Bukankah hal tersebut menjadi capaian yang bagus?

Kerangka Penutup

Kerangka ini, bertujuan untuk memberikan kesimpulan, serta ajakan kepada audience untuk bisa semaksimal mungkin dapat mengambil berbagai poin-poin penting tentang penjelasan yang sudah kalian sampaikan. Serta mengajak mereka untuk bisa menjadi manusia lebih baik, dan sebagainya. Maka, berikut contoh yang singkat dan lengkap, yang mana bisa menjadi referensi kalian.


Contoh Pidato Singkat dan Lengkap

Contoh teks pidato yang baik (Foto: gudangilmudansoal69.blogspot.com)

Adapun salah satu contoh, yang mana bisa kalian contoh sebagai referensi kalian. Antara lain:

Tema: Bahaya pergaulan bebas

Judul: Kalangan Remaja yang Rentan Pergaulan Bebas

Assalamualaikum wr. wb

Yth. Kepala sekolah, beserta jajarannya

Serta hadirin yang saya hormati

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, hidayah, serta kesehatan bagi kita, sehingga bisa berkumpul dalam majelis yang insya allah mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

Yang mana atas keridhoan dari Allah, kita sebagai orang tua, masih diberi kesempatan untuk mengasuh anak-anak kita, yang kian hari kian tumbuh dewasa, serta mereka menjelma menjadi salah satu bagian dari masyarakat setempat, dengan memiliki lingkungan pertemanan, sosial, dan sebagainya.

Meski demikian, hal tersebut juga mengintai mereka. Ibarat seperti pisau yang siap menusuk mereka dari arah manapun. Begitu juga dengan panah yang siap membidik, dan menyerang, tepat pada sasaran target awalnya. Bahaya di luar sana yang terus mengancam generasi muda, terutama dalam pergaulan mereka.

Seperti pergaulan bebas, yang bermuara kepada lubang hitam, yang terus berputar, dan semakin dalam. Sehingga mereka sulit untuk keluar dari lubang hitam tersebut. Mulai dari pergaulan bebas yang bermuara pada seks bebas, yang mana mengancam masa depan mereka.

Maka, kita sebagai orang tua, hendaknya terus mengawasi pergaulan mereka, agar nantinya tidak melenceng ke jalan yang tidak benar. Beri mereka ruang yang lebih banyak untuk mereka berinteraksi dengan kita para orang tua, sehingga saat mereka bergaul dengan orang lain bahkan lawan jenis, mereka bisa mengutarakan kepada kita lebih baik.

Sehingga kita mengawasinya lebih mudah, karena tahu siapa saja lingkungan pergaulan anak kita sendiri.

Demikian pidato kali ini, apabila ada salah mohon maaf.

Wassalamualaikum wr. wb.